<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102088">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TITIK BEBAN TERHADAP PERILAKU LENTUR PANEL PRACETAK FERROFOAM CONCRETE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIL MUNANDAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Metode konstruksi di Indonesia masih sangat tergantung dengan metode konstruksi konvensional, dimana pelaksanaannya dilakukan di lapangan yang mudah terjadinya penyimpangan kualitas dan mutu hasil kerja akibat tenaga kerja yang tidak kompeten dan pengawasan yang kurang optimal.  Indonesia harus mencari alternatif metode konstruksi terbaru. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode panel pracetak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban maksimum panel pracetak ferrofoam concrete yang dibebani lentur. Beton ringan yang akan digunakan adalah beton busa. Penggunaan beton busa sangat membantu pada panel pracetak tersebut, karena selain memiliki massa yang ringan, beton busa juga dapat memudahkan pekerjaan dilapangan. Pengujian yang dilakukan adalah uji lentur beton busa pada satu titik pembebanan orientasi model U dengan 3 LVDT yang digunakan yaitu LVDT 1 dan 3 diletakkan di 500 mm dari tumpuan A dan B, sedangkan LVDT 2 di tengah bentang yaitu 1000 mm dari tumpuan. Dimensi benda uji dengan panjang 2200 mm, lebar 500 mm, tinggi 80 mm dan tebal 30 mm. FAS (Faktor Air Semen) yang digunakan 0,4 dengan specific gravity (SG) 1400 kg/m3, 1 lapis wiremesh dan baja tulangan polos (BJTP) Ø6 mm yang digunakan untuk pembuatan rangka panel. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembebanan dengan satu titik di tengah bentang benda uji proporsional dengan perbedaan SG dan luas baja tulangan dua titik pembebanan. Beban maksimum yang mampu dipikul oleh panel pracetak ferrofoam concrete satu titikpembebanan yaitu pada LVDT 2 sebesar 0,39 tf, dengan lendutan sebesar 24,500 mm, LVDT 1 sebesar 16,250 mm dan LVDT 3 sebesar 18,530 mm. Untuk nilai dua titik pembebanan (Effendi, 2016) diperoleh hasil beban maksimum pada LVDT 2 sebesar 0,69 tf dengan lendutan sebesar 39,820 mm, LVDT 1 dan LVDT 3 masing-masing sebesar 23,650 mm dan 25,15 mm. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, beban maksimum di dua titik pembebanan (LU-P8-1,6) lebih besar 44% dari satu titik pembebanan (LU-P6-1,4). Model keruntuhan dari panel LU-P6-1,4 adalah keruntuhan geser lentur, panel LU-P8-1,6 adalah keruntuhan geser.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Panel pracetak, ferrofoam concrete, beban maksimum, lendutan dan model keruntuhan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102088</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-02 17:10:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-03 10:21:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>