<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102077">
 <titleInfo>
  <title>EKSPANSI JARINGAN 5G DENGAN MENGGUNAKAN LAMPU JALAN SEBAGAI KANDIDAT SMALLCELL MENGGUNAKAN MODEL PROPAGASI 3GPP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bayu Devanda Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam mensukseskan program pemerintah Kota Banda Aceh menjadi smart city islami yang kompetitif dan inovatif perlu adanya dukungan layanan dari segi telekomunikasi yang baik dan terbarukan. Faktor penggunaan lahan untuk membangun sarana peralatan telekomunikasi menjadi tantangan baru untuk dapat diselesaikan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah ekspansi jaringan 5G dengan menggunakan lampu jalan sebagai smallcell dalam upaya peningkatan data access tinggi yang dekat dengan pengguna beserta analisis efisiensi energinya. Adapun metode simulasi yang digunakan yaitu metode Coverage Plan untuk menganalisa hasil cakupan dan metode perhitungan efficiency energy. Hasil dari penelitian ini adalah, dengan meletakkan 3 buah gNodeB sebagai microcell pada area penelitian berhasil memperoleh cakupan seluas 39,101 Km2. Sedangkan pada smallcell, persentase cakupan tertinggi terjadi pada SC T.M. Hasan dengan nilai 85,52% dan terendah terjadi pada SC T. Nyak Arief_2 dengan nilai 16,25%. Efisiensi energi yang dihasilkan dari simulasi berbanding lurus dengan penambahan jumlah smallcell. Pada kondisi single tier dengan SS-RSRP maksimal (30 dBm) membutuhkan energi 0,613 Bits/Joule. Sedangkan pada kondisi multi tier dengan SS-RSRP maksimal (30 dBm) dan menggunakan 2 smallcell membutuhkan energi sebesar 1,226 Bits/Joule. Konsumsi energi terus meningkat menjadi 2,453 Bits/Joule pada penggunaan 4 smallcell, 3,680 Bits/Joule pada penggunaan 6 smallcell, 4,906 Bits/Joule pada penggunaan 8 smallcell, 6,133 Bits/Joule pada penggunaan 10 smallcell, 7,360 Bits/Joule pada penggunaan 12 smallcell, dan 8,587 Bits/Joule pada penggunaan 12 smallcell.&#13;
&#13;
Kata kunci : 5G, gNodeB, Smallcell, Macrocell, Efisiensi Energi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102077</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-02 15:48:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-02 16:01:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>