<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102073">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DENGAN METODE SIMPLIFIED PROCEDURE DAN KISHIDA BERDASARKAN DATA SPT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NASYIRATUN MONA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh terletak di ujung Pulau Sumatera yang merupakan daerah pertemuan dari plat tektonik, yaitu lempeng tektonik dasar laut (subduksi), plat tektonik Indo-Australia, Euro-Asia, patahan Sumatera, patahan-patahan lokal, dan gunung api Seulawah. Hal tersebut mengakibatkan Aceh menjadi daerah aktif gempa. Bencana gempa pada magnitude tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan dan kemungkinan besar telah menyebabkan terjadinya likuifaksi. Likuifaksi merupakan suatu perubahan material tanah yang berbentuk butiran dari keadaan padat menjadi keadaan cair. Fenomena likuifaksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur yang dibangun di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lapisan tanah berpasir terhadap kemungkinan likuifaksi pada saat terjadinya gempa bumi didaerah Rundeng, Kecamatan. Johan Pahlawan, Kabupaten. Aceh Barat. Evaluasi potensi likuifaksi pada penelitian ini menggunakan metode simplified procedure (Seed dan Idriss, 1971) dan metode Kishida (1969). Hasil yang dikemukakan berupa perhitungan parameter likuifaksi yaitu: magnitude gempa, percepatan gempa maksimum pada permukaan tanah, tegangan efektif dan tegangan total. Dari perhitungan evaluasi potensi likuifaksi dengan menggunakan metode simplified procedure, dengan data SPT pada kedalaman 0,8 m – 14 m memiliki nilai N-SPT  &gt; 30 yang artinya butiran tanah terlalu padat untuk terlikuifaksi dan diklasifikasikan sebagai tanah non-liquefable. Dari perhitungan menggunakan metode simplified procedure dapat dilihat bahwa tanah berpotensi likuifaksi apabila terjadi gempa dengan magnitude ≥ 7 pada kedalaman 14 m – 15,50 m . Semua lapisan tanah pada kedalaman 0,8 m – 15,50 m aman terhadap likuifaksi apabila terjadi gempa dengan magnitude &lt; 7. Pada evaluasi potensi likuifaksi menggunakan metode Kishida terdapat lapisan tanah pada kedalaman 14-15,50 m yang berpotensi likuifaksi, dan pada kedalaman 0,8-14,00 m memiliki nilai N-SPT &gt; 30 yang diklasifikasikan sebagai tanah non-liquefable . &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci : simplified procedure, kishida, magnitude gempa, SPT, Rundeng.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ENGINEERING GEOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>624.151</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102073</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-02 14:57:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-09 15:48:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>