STRATEGI PENGEMBANGAN SARANA DANRNPRASARANA EKOWISATA KRUENG JALIN RNKOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

STRATEGI PENGEMBANGAN SARANA DANRNPRASARANA EKOWISATA KRUENG JALIN RNKOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Fachrurrazi, St - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sofyan - 195905121987021001 - Dosen Pembimbing I
Izziah - 196207311995122001 - Dosen Pembimbing II
Sugiarto - 198104102006041003 - Penguji
Ashfa - 197302152000031001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1804201010046

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

STRATEGI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA EKOWISATA
KRUENG JALIN KOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR

Fachrurrazi
NIM 1804201010046
Program Studi Magister Teknik Sipil
Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik
Universitas Syiah Kuala

Abstrak
Kawasan Krueng Jalin memiliki panorama yang indah dan daya tarik, sehingga
mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan objek ekowisata. Pengembangan
ekowisata di Krueng Jalin saat ini terdapat tiga permasalahan yang mendasar.
Permasalahan pertama adalah terbatasnya sarana dan prasarana penunjang ekowisata.
Permasalahan kedua adalah menurut hasil observasi tahun 2021, wisatawan lokal
sudah tidak terlihat ramai lagi mengunjungi wisata Krueng Jalin. Permasalahan
ketiga adalah Kecamatan Kota Jantho saat ini baru memiliki satu objek wisata yang
representatif dengan keinginan pengunjung yaitu Jantho Panorama Park, yang baru
dikembangkan pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi
eksisting prasarana ekowisata di Krueng Jalin, mengetahui persepsi penduduk
Kabupaten Aceh Besar terhadap pengembangan ekowisata di Krueng Jalin, dan
mengetahui strategi pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di Krueng Jalin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif melalui observasi dan
wawancara serta metode kuantitatif melalui kuesioner. Responden ditujukan kepada
penduduk Kabupaten Aceh Besar sebanyak 100 jiwa dan narasumber ditujukan
kepada stakeholders sebanyak 8 jiwa. Analisis data digunakan deskriptif kualitatif,
uji validitas, uji reliabilitas, deskriptif kuantitatif, dan analisis Strengths Weaknesses
Opportunities Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi
eksisting prasarana di kawasan Krueng Jalin masih memerlukan peningkatan bila
hendak dikembangkan sebagai objek ekowisata. Penduduk Kabupaten Aceh Besar
berpersepsi sangat setuju terhadap pengembangan ekowisata di Krueng Jalin. Strategi
pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di Krueng Jalin yang perlu
diterapkan adalah mengembangkan potensi paket ekowisata, mengusulkan kegiatan
pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di Krueng Jalin ke Pemerintah
Daerah, melibatkan peran serta masyarakat setempat dalam perencanaan dan
pembangunan sarana dan prasarana ekowisata di Krueng Jalin, membentuk badan
pengelola ekowisata, mengembangkan program untuk peluang kerja atau usaha yang
layak untuk masyarakat setempat, melibatkan peran serta masyarakat dalam
pengelolaan ekowisata, menetapkan zonasi dan waktu kunjungan, memberikan
edukasi konservasi lingkungan kepada masyarakat setempat dan pengunjung,
mengatur pembagian pendapatan, dan memasarkan produk ekowisata.

Kata Kunci: Strategi, pengembangan, sarana, prasarana, ekowisata STRATEGI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA EKOWISATA
KRUENG JALIN KOTA JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR

Fachrurrazi
NIM 1804201010046
Program Studi Magister Teknik Sipil
Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik
Universitas Syiah Kuala

Abstrak
Kawasan Krueng Jalin memiliki panorama yang indah dan daya tarik, sehingga
mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan objek ekowisata. Pengembangan
ekowisata di Krueng Jalin saat ini terdapat tiga permasalahan yang mendasar.
Permasalahan pertama adalah terbatasnya sarana dan prasarana penunjang ekowisata.
Permasalahan kedua adalah menurut hasil observasi tahun 2021, wisatawan lokal
sudah tidak terlihat ramai lagi mengunjungi wisata Krueng Jalin. Permasalahan
ketiga adalah Kecamatan Kota Jantho saat ini baru memiliki satu objek wisata yang
representatif dengan keinginan pengunjung yaitu Jantho Panorama Park, yang baru
dikembangkan pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi
eksisting prasarana ekowisata di Krueng Jalin, mengetahui persepsi penduduk
Kabupaten Aceh Besar terhadap pengembangan ekowisata di Krueng Jalin, dan
mengetahui strategi pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di Krueng Jalin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif melalui observasi dan
wawancara serta metode kuantitatif melalui kuesioner. Responden ditujukan kepada
penduduk Kabupaten Aceh Besar sebanyak 100 jiwa dan narasumber ditujukan
kepada stakeholders sebanyak 8 jiwa. Analisis data digunakan deskriptif kualitatif,
uji validitas, uji reliabilitas, deskriptif kuantitatif, dan analisis Strengths Weaknesses
Opportunities Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi
eksisting prasarana di kawasan Krueng Jalin masih memerlukan peningkatan bila
hendak dikembangkan sebagai objek ekowisata. Penduduk Kabupaten Aceh Besar
berpersepsi sangat setuju terhadap pengembangan ekowisata di Krueng Jalin. Strategi
pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di Krueng Jalin yang perlu
diterapkan adalah mengembangkan potensi paket ekowisata, mengusulkan kegiatan
pengembangan sarana dan prasarana ekowisata di Krueng Jalin ke Pemerintah
Daerah, melibatkan peran serta masyarakat setempat dalam perencanaan dan
pembangunan sarana dan prasarana ekowisata di Krueng Jalin, membentuk badan
pengelola ekowisata, mengembangkan program untuk peluang kerja atau usaha yang
layak untuk masyarakat setempat, melibatkan peran serta masyarakat dalam
pengelolaan ekowisata, menetapkan zonasi dan waktu kunjungan, memberikan
edukasi konservasi lingkungan kepada masyarakat setempat dan pengunjung,
mengatur pembagian pendapatan, dan memasarkan produk ekowisata.

Kata Kunci: Strategi, pengembangan, sarana, prasarana, ekowisata

STRATEGY FOR THE DEVELOPMENT OF ECO-TOURISM FACILITIES AND INFRASTRUCTURE IN KRUENG JALIN, JANTHO CITY, ACEH BESAR REGENCY Fachrurrazi Student Number 1804201010044 Master Program of Civil Engineering Civil Engineering Department of Engineering Faculty University Syiah Kuala Abstract The Krueng Jalin area has beautiful panorama and attractiveness, hence it has the potential to develop eco-tourism objects. There are three basic problems in developing ecotourism in Krueng Jalin. The first problem is the limited facilities and infrastructure that support ecotourism. The second problem is that, according to observations, in 2021 local tourists no longer seem to be busy visiting Krueng Jalin tourism. The third problem is that Jantho Municipality currently has only one tourist attraction representative of what visitors want, which is Jantho Panorama Park, which was only developed in 2021. This study aims to determine the existing state of ecotourism infrastructure in Krueng Jalin, to find out the perception of the people of Aceh Besar Regency towards the development of ecotourism in Krueng Jalin and the strategy of developing ecotourism facilities and infrastructure in Krueng to know Jalin. This study uses a qualitative method approach through observation and interviews and quantitative methods through questionnaires. Respondents targeted the population of Aceh Besar Regency up to 100 people and speakers targeted up to 8 people to stakeholders. Data analysis used descriptive, qualitative, validity test, reliability test, quantitative descriptive and Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) analysis. The results of the study indicate that the existing condition of the infrastructure in the Krueng Jalin area still needs to be improved if it is to be developed as an eco-tourism property. The residents of Aceh Besar Regency are very positive about the development of ecotourism in Krueng Jalin. The Krueng Jalin ecotourism facility and infrastructure development strategy that needs to be implemented is to develop the potential for ecotourism packages and to propose to the regional government ecotourism facility and infrastructure development activities in Krueng Jalin that encourage local community participation in planning and construct ecotourism facilities and infrastructure in Krueng Jalin, establishing an ecotourism management agency, developing decent work programs or business opportunities for local communities, community involvement in ecotourism management, designating zones and visiting hours, providing environmental education for local communities and visitors, regulating revenue sharing and marketing ecotourism products. Key Words: Strategy, development, facilities, infrastructure, ecotourism

Citation



    SERVICES DESK