ANALISIS KERAPUHAN BANGUNAN PUBLIK AKIBAT POTENSI BENCANA TSUNAMI DI PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KERAPUHAN BANGUNAN PUBLIK AKIBAT POTENSI BENCANA TSUNAMI DI PROVINSI ACEH


Pengarang

MUHAMMAD TAQWA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syamsidik - 197502251999031001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1704101010116

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik (S1)., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

690

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Provinsi Aceh adalah wilayah yang pernah mengalami bencana tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 yang menyebabkan bangunan-bangunan di pesisir pantai Provinsi Aceh mengalami kerusakan mulai dari rusak ringan hingga rusak total, termasuk diantaranya bangunan publik yang mayoritas bangunan beton bertulang (Reinforced Concrete) dan bangunan dengan kolom praktis dinding bata (confined masonry). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapuhan bangunan-bangunan publik di Provinsi Aceh. Metode Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data batimetri, data topografi dan parameter gempa bumi. Penelitian ini dilakukan dengan menyimulasikan gelombang tsunami di pesisir pantai Provinsi Aceh menggunakan model numerik Cornell Multi-grid Coupled Tsunami (COMCOT) dengan hasil simulasi berupa kedalaman inundasi (flow depth) pada setiap koordinat bangunan. Analisis kerapuhan bangunan dilakukan dengan menggunakan persamaan kurva kerapuhan tsunami yang merupakan fungsi dari nilai kedalaman inundasi. Hasil analisis kerapuhan bangunan berupa nilai probabilitas dari kedalaman inundasi (flow depth) yang diklasifikasikan menjadi 5 kondisi kerusakan pada setiap bangunan, diantaranya DS0 (tidak rusak), DS1 (rusak ringan), DS2 (rusak sedang), DS3 (rusak berat) dan DS4 (rusak total). Manfaat dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi tentang kerapuhan bangunan-bangunan publik yang ada di Provinsi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total 1024 bangunan publik yang berpotensi mengalami kerusakan berdasarkan simulasi skenario Tsunami Megathrust Aceh – Andaman dengan kekuatan 9,15 Mw, diantaranya 306 bangunan yang mengalami rusak ringan (DS 1), 124 bangunan yang mengalami rusak sedang (DS 2), 137 bangunan yang mengalami rusak berat (DS 3) dan 457 bangunan yang mengalami rusak total (DS 4).

Aceh Province is an area that experienced the tsunami disaster on December 26, 2004, which caused buildings on the coast of Aceh to suffer damage ranging from minor damage to complete damage, including public buildings which the majority are reinforced concrete and confined masonry buildings. This study aims to determine the fragility of public buildings in Aceh. The purpose of this research is that it can provides information about the fragility of public buildings in Aceh. This research method uses secondary data such as bathymetric data, topographic data and earthquake parameters. This research was conducted by simulating tsunami waves using Cornell Multi-grid Coupled Tsunami (COMCOT) numerical model with flow depth as the result of the simulation at each building coordinate. For the analysis of building fragility, the tsunami fragility curve is used as a function of the flow depth. The result of the fragility analysis is the probability value of the potentially damaged buildings, which is classified into 5 damages, such as DS0 (no damage), DS1 (minor damage), DS2 (moderate damage), DS3 (major damage) and DS4 (complete damage). The result of this study showed that 1024 public buildings are potentially damaged which are 306 buildings endured minor damage (DS 1), 124 buildings were moderately damaged (DS 2), 137 buildings suffered major damage (DS 3) and 457 buildings were completely damaged (DS 4).

Citation



    SERVICES DESK