<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102008">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI RISIKO PADA TAHAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN IRIGASI BERBASIS MASYARAKAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AYU KEUMALAWATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian. Salah satu program pemerintah dalam pembangunan jaringan irigasi adalah Program pembangunan tata guna air irigasi (P3-TGAI). Dalam pelaksanaan pembangunan ini masyarakat ikut berpartisipasi mulai dari pemikiran awal, pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan pada tahap pelaksanaannya secara sukarela. Pelaksanaan proyek konstruksi yang melibatkan masyarakat memiliki tantangan dan risiko tersendiri karena masyarakat yang terlibat umumnya tidak memiliki pengalaman dalam proyek konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhi pelaksanaan proyek irigasi, dan menentukan faktor dominan pada tahap pelaksanaan irigasi yang berbasis masyarakat yang berlokasi di Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana pengumpulan data primer dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil pengumpulan jawaban responden dilakukan uji validitas dan reabilitas. Kemudian dilanjutkan dengan analisis Frequency Index (FI) dan Severity Index (SI). Identifikasi faktor-faktor risiko menggunakan Probability Impact Matrix (PIM). Dari hasil penelitian yang didapat teridentifikasi 21 faktor risiko dari yang tertinggi sampai yang terendah. Ada 10 faktor risiko tingkat sedang dan 11 faktor tingkat rendah terhadap biaya. Kemudian teridentifikasi 8 faktor risiko sedang, 13 faktor risiko rendah terhadap mutu. Keduanya terdapat pada faktor rendahnya tingkat keselamatan kerja. Sedangkan risiko terhadap waktu teridentifikasi 9 faktor risiko sedang dan 12 faktor risiko rendah yaitu pada faktor kurangnya keterlibtan tenaga kerja setempat.&#13;
&#13;
Kata kunci : irigasi, risiko, tahap pelaksanaan, fasilitator, masyarakat&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>IRRIGATION - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.52</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102008</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-01 12:57:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-03 15:08:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>