<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102000">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KAPASITAS DAN DAKTILITAS RANGKA BIDANG BAJA HOLLOW YANG DIISI MORTAR UNTUK PERKUATAN DINDING DENGAN VARIASI JARAK ANTAR BATANG HORIZONTAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKY RAMADHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan kayu pada dunia konstruksi mengakibatkan terjadinya degradasi hutan yang dapat memperburuk kondisi alam sekitar. Dalam upaya mengurangi penggunaan kayu dibutuhkannya alternatif lain. Baja merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan karena material baja banyak beredar dipasaran. Tujuan dari penelitian ini mengetahui kapasitas dan daktilitas rangka bidang sebagai perkuatan dinding dengan menggunakan baja hollow yang diisi mortar. Penelitian ini berupa rangka bidang yang diisi mortar dan diperkuat dengan sambungan las dengan variasi jumlah batang horizontal. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan permodelan pada aplikasi ETABS dan eksperimental di laboratorium. Hasil kapasitas dan daktilitas dari data hasil pengujian dibandingkan dengan hasil permodelan aplikasi ETABS agar saat melakukan permodelan pada kondisi real dapat memperhatikan nilai reduksinya. Rangka bidang benda uji yang telah didesain sesuai rencana diberikan beban monotonic(pushover) pada bagian kiri atasnya sampai tercapai defleksi yang direncanakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kapasitas beban maksimum pada pengujian laboratorium terhadap masing-masing variasi benda uji lebih rendah dibandingkan permodelan ETABS. Kapasitas maksimum pada benda uji RBH Tipe 1, Tipe 2, dan Tipe 3 secara berturut-turut 2,895tf, 2,721tf, dan 3,872tf, sedangkan pada aplikasi ETABS secara berturut-turut 4,8tf, 5,6tf, dan 5,8tf. Oleh karena itu, Hal ini diperlukannya faktor reduksi untuk penggunaan konstruksi serupa pada masa yang akan datang dengan faktor reduksi 0,5 dari hasil permodelan ETABS. Nilai daktilitas dari benda uji RBH Tipe 1, Tipe 2, dan Tipe 3, secara berturut-turut 4,61, 2,24, dan 3,37.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STEEL - BUILDING CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>693.71</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102000</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-01 11:17:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-03 10:34:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>