<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101982">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KAPASITAS DAN DAKTILITAS RANGKA BIDANG BAJA HOLLOW YANG DIISI MORTAR UNTUK PERKUATAN DINDING DENGAN VARIASI BATANG DIAGONAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAUQI PASHAZUHA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Seiring perkembangan zaman penggunaan kayu sebagai material struktur sudah tidak efisien dan membutuhkan alternatif lain, salah satunya yang dapat digunakan adalah baja hollow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dan daktilitas rangka bidang sebagai perkuatan dinding struktural dalam menahan beban monotonik (push over) yang menggunakan baja hollow dengan variasi antara batang diagonalnya. Dengan menggunakan metode pengujian secara eksperimental yang dilaksanakan langsung di laboratorium dan secara analitis menggunakan bantuan aplikasi ETABS dengan empat jenis model benda uji yang nantinya akan digunakan pada pembangunan gedung sederhana berlantai dua sebagai dinding struktural. Hasil penelitian ini menunjukkan pada penambahan batang diagonal yang mampu menahan beban monotonik terbesar adalah RBD 3 dengan P maksimum sebesar 3,488 tf, kemudian RBD 1 sebesar 2,895 tf dan RBD 2 sebesar 2,709 tf. Nilai daktilitas RBD 1 adalah 4,599, RBD 2 sebesar 4,184 dan RBD 3 sebesar 3,647. Rasio perbandingan pada hasil pengujian laboratorium terhadap analisis aplikasi ETABS yaitu 0,603 pada RBD 1, 0,544 pada RBD 2, dan 0,550 pada RBD 3. Beban hasil pengujian laboratorium yang mampu dipikul oleh rangka bidang lebih kecil dari pada hasil perhitungan secara analisis struktur, hal ini dikarenakan spesimen rangka bidang mengalami kegagalan sambungan. Berbeda dengan analisis ETABS, dimana analisis dilakukan dalam rentang linear-elastik dan dengan sambungan elemen struktur terhubung secara sempurna. Sehingga perilaku deformasi inelastik (komponen dan sambungan) tidak dapat diprediksi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STEEL - BUILDING CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>693.71</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101982</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-29 20:05:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-03 10:45:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>