<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101980">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMALISASI KUNJUNGAN ANC SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arif Hidayatullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
     Pendahuluan: Stunting atau gagal tumbuh pada balita menjadi fokus penting di&#13;
Indonesia. Aceh salah satu Provinsi dengan angka stunting yang tinggi yaitu&#13;
mencapai 33,18% pada tahun 2021. Sekitar 13 daerah di Aceh masuk dalam kategori&#13;
merah untuk kasus stunting yang tersebar di hampir seluruh kabupaten di Aceh.&#13;
Tujuan: Mendeskripsikan kunjungan antenatal care (ANC) dan kasus stunting di&#13;
Aceh, serta upaya stategi yang dapat dilakukan untuk pencegahan stunting. Metode:&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional&#13;
dengan menggunakan data sekunder yaitu dengan menanalisis data dari ruang&#13;
poliklinik Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan rekam medis di salah satu puskesmas&#13;
di Aceh. Hasil: Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa kasus stunting pada tahun&#13;
2021 sebanyak 15,25% dan 32,5% pada tahun 2022. Capaian kunjungan kehamilan&#13;
belum optimal dengan 62% untuk K1 dan 68% untuk K4 pada tahun 2021, dan pada&#13;
tahun 2022 sampai dengan bulan Mei baru mencapai 27% untuk K1 dan 29% untuk&#13;
K4. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa angka stunting masih relatif tinggi dan&#13;
capaian kunjungan ANC belum maksimal, sehingga optimalisasi ANC dapat menjadi&#13;
salah satu upaya strategi efektif dalam mencegah stunting. Saran: Petugas kesehatan&#13;
dapat melakukan pembinaan melalui penyuluhan Kesehatan sebagai rujukan awal&#13;
dalam pengingat pentingnya mencegah kejadian stunting melalui optimalisasi&#13;
kunjungan ANC &#13;
Kata Kunci : Stunting, Antenatal Care (ANC), Pencegahan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101980</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-29 16:53:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-29 16:53:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>