ANALISIS CURAH HUJAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS AIR (PARAMETER FISIK) SUNGAI KRUENG ACEH DI KAWASAN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS CURAH HUJAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS AIR (PARAMETER FISIK) SUNGAI KRUENG ACEH DI KAWASAN ACEH BESAR


Pengarang

Maulidia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0708102010037

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

577.627

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisa hubungan kualitas fisis sungai Krueng Aceh dan kaitannya dengan kondisi curah hujan. Penelitian dilakukan sepanjang sungai tersebut di 7 (tujuh) stasiun pengukuran di kawasan Aceh Besar. Parameter penting yang diukur adalah warna dan bau, temperatur, konduktivitas listrik, pH, kekeruhan (turbidity), kandungan sedimen (total suspended solids/TSS dan total disolved solids/TDS). Metode yang dilakukan adalah dengan pengukuran insitu baik dengan pengamatan indera juga dengan menggunakan temometer, conductivity meter, pH meter, turbidity meter, TSS meter dan TDS meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada intensitas hujan tinggi (musim penghujan) dan intensitas hujan rendah (musim kemarau). Perbedaan pada warna dan bau, ternperatur (26.0 - 30.3 0c) dan konduktivitas listrik (93.7-20 1.2 umbos), pH (6.14-8.0) masih dalam ambang baku mutu, walaupun terlihat fluktuasi nilai yang cukup berarti pada stasiun di bagian hilir. Selain itu, nilai kekeruhan tertinggi sebesar 63,8 NTU di stasiun Krueng Indrapuri, lalu di stasiun Krueng lnong sebesar 35,6 NTU, dan yang terendah sebesar 4,66 NTU di bagian hulu di stasiun Krueng Teureubeh. Pola yang sama didapatkan untuk parameter TDS (102.9 mg/l) dan TSS (93 mgll). Sedangkan pada stasiun Krueng Teureubeh, nilai TSS sebesar 55.9 mgll dan TDS hanya 2 mg/1. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan sungai Indrapuri relatif sudah terpengaruh oleh aktivitas manusia yang mempengaruhi input material ke dalam sungai serta adanya pengikisan (erosi) pada badan sungai. Hasil ini sangat penting menunjukkan perbedaan signifikan kondisi air di bagian hulu dan hilir sungai Krueng Aceh dan pengaruh dan curah hujan, dan sangat relevan untuk dijadikan acuan dalam pemantauan kualitas air sungai tersebut.

Kata kunci : Kualitas air sungai, curah hujan, warna dan bau, temperatur, kekeruhan, konduktivitas listrik, pH, TDS, dan
TSS.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK