<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101935">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RISIKO TAHAP PERENCANAAN PEMBANGUNAN IRIGASI BERBASIS MASYARAKAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INDAH KURNIAWATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infrastruktur perdesaan merupakan suatu infrastruktur yang bersifat fisik yang memberikan akses untuk pelayanan dasar, sosial sekaligus ekonomi untuk masyarakat desa. Salah satu program pembangunan irigasi yang berbasis masyarakat pada hal ini yaitu Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terdapat di Kabupaten Aceh Besar. Setiap proyek pembangunan yang sedang berlansung akan menimbulkan risiko ketidakpastian dalam kelancaran perencanaan proyek tersebut. Risiko yang terjadi dalam proyek bisa di timbulkan dari beberapa sumber, namun dalam hal ini risiko yang di kaji berfokus pada tahap perencanaan agar sesuai dengan biaya, mutu serta waktu perencanaan sesuai rencana awal pembangunan. Sumber data yang didapat berasal dari data primer yaitu dengan cara menyebarkan hasil kuisioner kepada 25 responden yang memiliki jabatan sebagai Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tim Pendamping Masyarakat (TPM), kemudian data sekunder didapat dari beberapa penelitian terdahulu seperti jurnal. Maka penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang ada pada tahap perencanaan pembangunan irigasi berbasis masyarakat di Kabupaten Aceh Besar, untuk dapat mengetahui risiko yang dominan mempengaruhi jalanya proyek melalui pengujian instrument yaitu uji validalitas dan reliabilitas. Selanjutnya akan dilakukan analisis frequency index (FI), severity index (SI), probability impact matrix (PIM) untuk proses pengolahan data. Hasil penelitian teridentifikasi 21 faktor risiko dari yang tertinggi sampai yang terendah. Dari 21 faktor risiko didapat faktor risiko dominan pada peristiwa terlalu banyak pihak yang terlibat (pihak ketiga/tokoh masyarakat) terhadap biaya, faktor dominan terhadap mutu terdapat diperistiwa Permasalahan ketersediaan lahan (petani tidak mau lahannya digunakan), sedangkan faktor dominan terhadap waktu terdapat diperistiwa kurangnya pengetahuan masyarakat tentang spesifikasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101935</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-28 14:52:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-28 15:01:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>