Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI JENIS HAMA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN HAMA PADA KAWASAN REHABILITASI MANGROVE DI ACEH BESAR
Pengarang
Mutia Ramadhaniaty - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0908105010026
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2013
Bahasa
Indonesia
No Classification
577.698
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ekosistem mangrove merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari flora dan fauna pesisir pantai. Tsunami 2004, menyebabkan sebagian besar dari vegetasi ekosistem mangrove Provinsi Aceh rusak parah. Kerusakan ini menimbulkan berbagai permasalahan terutama abrasi daerah pesisir, rusaknya lahan tambak, terganggunya kehidupan biota akutik dan penurunan produksi udang dan ikan. Program rehabilitasi adalah solusi dari berbagai kerusakan tersebut, yaitu untuk menata kembali ekosistem pesisir pasca Tsunami. Namun, program rehabilitasi tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena adanya beberapa faktor seperti hama mangrove, ternak masyarakat, dan ketidaksesuaian substrat. Penelitian tentang jenis hama yang menganggu dilakukan pada bulan Januari 2013 - Maret 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepadatan hama dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberadaan hama, Pengambilan data mangrove kategori pohon menggunakan transek l0 x 10 m2, anakan 5 x 5 m2, semai dan hama menggunakan transek 1 x 1 m2, yang berbeda jarak pasang surutnya. Data faktor fisika-kimia perairan dan nutrisi tanaman mangrove diambil dan diukur untuk melihat hubungannya terhadap kepadatan hama. Terdapat 5 jenis hama yang ditemukan pada stasiun penelitian yaitu, Balanus amphitrite, Crasosstrea cucullata: Episesarma versicolor. Pteroma sp., dan Setora nitens. Hama Balanus amphitrite memiliki kepadatan paling tinggi pada substasiun terdekat dengan laut. Keanekaragaman hama yang ditunjukkan sangat rendah, keseragaman hama menunjukkan nilai 0 dan untuk dominansi yang diperoleh sangat tinggi, yaitu dominansi Balanus amphitrite. Terdapat hubungan antara salinitas, N dan C dengan kepadatan hama yaitu 35%, 23% dan 33%
Kata kunci : Mangrove, rehabilitasi, hama, nutrisi tanaman.
Tidak Tersedia Deskripsi
STRUKTUR KOMUNITAS HAMA DAN TINGKAT KERUSAKAN VEGETASI RHIZOPHORA SP. DI WILAYAH REHABILITASI EKOSISTEM MANGROVERNACEH BESAR DAN BANDA ACEH (ROZATUL ULIA, 2023)
PARTISIPASI MASYARAKAT PESISIR DALAM USAHA REHABILITASI LAHAN MANGROVE DI KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR (Julie Sari Avolita, 2013)
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTHOS DAN ANALISIS SUBSTRAT DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE DAN NON-REHABILITASI MANGROVE ACEH BESAR DAN BANDA ACEH (MUHAMMAD KHATAMI, 2022)
KUALITAS LAHAN DAN PERTUMBUHAN RHIZOPHORA MUCRONATA DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE ACEH BESAR DAN BANDA ACEH (MAI SURIANI, 2013)
STUDI PERUBAHAN SEBARAN HUTAN MANGROVE PRA DAN PASCA TSUNAMI DI ACEH JAYA (Syartika Andi Putri, 2015)