<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101922">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI JENIS HAMA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN HAMA  PADA KAWASAN REHABILITASI MANGROVE DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutia Ramadhaniaty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekosistem mangrove  merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari flora dan fauna pesisir pantai. Tsunami 2004,  menyebabkan  sebagian besar dari  vegetasi ekosistem   mangrove   Provinsi  Aceh   rusak  parah.   Kerusakan   ini  menimbulkan berbagai   permasalahan   terutama  abrasi  daerah   pesisir,  rusaknya   lahan  tambak, terganggunya   kehidupan  biota  akutik  dan  penurunan  produksi  udang  dan  ikan. Program  rehabilitasi  adalah  solusi  dari  berbagai  kerusakan  tersebut,  yaitu  untuk menata  kembali  ekosistem  pesisir  pasca  Tsunami.  Namun,  program  rehabilitasi tersebut tidak  sepenuhnya  berhasil  karena  adanya  beberapa  faktor  seperti  hama mangrove, ternak  masyarakat, dan ketidaksesuaian  substrat. Penelitian tentang jenis hama yang menganggu dilakukan pada bulan Januari 2013 -  Maret 2013. Penelitian ini bertujuan  untuk mengidentifikasi  kepadatan hama dan untuk mengetahui  faktor yang mempengaruhi keberadaan  hama, Pengambilan data mangrove kategori pohon menggunakan  transek  l0 x 10 m2, anakan 5 x 5 m2, semai dan hama menggunakan transek  1 x  1 m2,   yang  berbeda jarak  pasang  surutnya.  Data  faktor  fisika-kimia perairan   dan   nutrisi   tanaman   mangrove   diambil   dan   diukur   untuk   melihat hubungannya terhadap kepadatan hama. Terdapat 5 jenis hama yang ditemukan pada stasiun  penelitian  yaitu,  Balanus  amphitrite,  Crasosstrea  cucullata:  Episesarma versicolor.  Pteroma  sp.,  dan  Setora  nitens.  Hama  Balanus  amphitrite  memiliki kepadatan paling tinggi pada substasiun terdekat dengan laut. Keanekaragaman hama yang ditunjukkan sangat rendah, keseragaman  hama menunjukkan nilai 0 dan untuk dominansi   yang  diperoleh   sangat   tinggi,  yaitu   dominansi   Balanus  amphitrite. Terdapat hubungan antara salinitas, N dan  C dengan kepadatan hama yaitu 35%,  23% dan 33%&#13;
&#13;
Kata kunci : Mangrove, rehabilitasi, hama, nutrisi tanaman.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MANGROVE SWAMPS - ECOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PEST</topic>
 </subject>
 <classification>577.698</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101922</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-28 11:55:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-03 10:08:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>