<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101907">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI SISTEM RANGKA BAJA BRESING KONSENTRIK (SRBK) TIPE CHEVRON V BRACE DARI PROFIL IWF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASRAF HAZID</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sistem Rangka Bresing Konsentrik (SRBK) adalah sistem penahan gaya lateral dan mempunyai tingkat kekakuan yang relatif baik. Elemen bresing di sistem SRBK ini berfungsi untuk menahan kekakuan struktur. Penelitian ini merupakan pendekatan analisis dengan program bantu ETABS dan Abaqus. Bangunan yang dievaluasi adalah gedung sekolah yang menggunakan SRBK tipe Chevron V Brace dari profil IWF. Kajian dilakukan untuk mengetahui perilaku dan kinerja pada sistem tersebut, yang masih terbatas informasi pemakaian profil IWF pada sistem rangka bresing konsentrik terhadap beban gempa dengan adanya perbedaan tinggi portal dan amplitudo. Desain merujuk pada SNI 1729-2020. Analisis dilakukan dua kali, 2D dan 3D. Analisis 3D ditujukan untuk mengobservasi perilaku struktur bangunan dengan SRBK akibat beban kerja. Analisis 2D ditujukan untuk meneliti kinerja SRBK akibat beban gempa. Kinerja SRBK yang diobservasi meliputi kekuatan, kekakuan dan disipasi energi diterjemahkan melalui kurva histerisis. Analisis SRBK 3D menunjukkan bahwa model yang memiliki berat bangunan yang paling kecil memiliki deformasi paling rendah, yaitu pada SRBK 4 m x 4 m. Kemudian model yang memiliki elevasi tertinggi memiliki deformasi terbesar, yaitu SRBK 4 m x 6 m. Analisis 2D pada SRBK dengan variasi tinggi portal menunjukkan bahwa SRBK dengan tinggi paling rendah memiliki kinerja paling baik. Analisis SRBK dengan variasi amplitudo dalam pembebanan siklik menunjukkan bahwa peningkatan amplitudo dalam rentang 60% sampai 140%  menunjukkan peningkatan disipasi energi 87% sampai 266,9%. dan jika amplitudo yang diturunkan dalam interval 12,5% sampai 50% disipasi energi menunjukkan penurunan sebesar 16% sampai 60%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EARTHQUAKE-RESISTANT CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STEEL - BUILDING CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101907</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-28 00:48:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-28 09:59:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>