PEMODELAN SALINITAS AIR DI LAGUNA KUALA GIGIENG-ACEH BESAR MENGGUNAKAN PIRANTI LUNAK DELFT3D-FLOW | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMODELAN SALINITAS AIR DI LAGUNA KUALA GIGIENG-ACEH BESAR MENGGUNAKAN PIRANTI LUNAK DELFT3D-FLOW


Pengarang

CUT IZZAH KEMALA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Syamsidik - 197502251999031001 - Dosen Pembimbing I
Ella Meilianda - NIP 197505302000122001 - - - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1704101010106

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sebagai daerah yang terletak di pesisir garis pantai, Laguna Kuala Gigieng yang berada di Desa Lambada Lhok Kecamatan Baitussalam sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Salinitas air yang dipengaruhi pasang surut merupakan salah satu parameter utama sebuah perairan laguna yang pada umumnya dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan konservasi mangrove. Adapun identifikasi masalah terhadap penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pasang surut terhadap pola sebaran salinitas di Laguna Kuala Gigieng. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pola sebaran salinitas Laguna Kuala Gigieng menggunakan perangkat lunak DELFT3D-Flow. Dilakukan pemodelan numerik dalam penelitian ini untuk mendapatkan informasi terkait distribusi salinitas di luasan laguna Kuala Gigieng. Penelitian ini menggunakan data-data sekunder berupa data komponen pasang surut selama 15 hari, data salinitas, dan data topografi. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data batimetri Laguna Kuala Gigieng. Data sekunder salinitas laguna berada pada tiga titik yang mewakili laguna berupa titik A, B dan C yang masing masing terletak sejauh 1,8km, 4,7km dan 5,6 km dari muara laguna. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa kadar salinitas pada laguna berada pada rentang 27-32‰. Berdasarkan pemodelan, Laguna Kuala Gigieng dapat diklasifikasikan menjadi beberapa zona. Titik A adalah sea water dominated zone, zona yang didominasikan oleh air laut karena terletak terdekat dengan inlet laguna. Titik C adalah hypersaline zone, zona yang memiliki salinitas tinggi karena tidak ada aliran air tawar, umumnya pada ujung laguna. Variasi dan distribusi salinitas yang ada di Laguna Kuala Gigieng dapat divisualisasikan menggunakan peta sebaran salinitas penelitian ini.

As an area located on the coastline, the Kuala Gigieng Lagoon in Lambada Lhok Village, Baitussalam District is strongly influenced by tidal activity, which influences the water salinity of the lagoon, one of the main parameters of a lagoon which is mostly used for fish cultivation and mangrove conservation. The identification of the problem in this research is the influence of tides on the distribution of salinity in the Kuala Gigieng Lagoon. This research aims to model the salinity distribution pattern of the Kuala Gigieng Lagoon using DELFT3D- Flow. Numerical modeling is carried out in this research to obtain data on the salinity distribution in the lagoon which will be represented using a model. This research uses both primary and secondary data. Secondary data in the form of tidal components for 15 days, water salinity, and topographic of the lagoon. The primary data used in this study is the bathymetry of the Kuala Gigieng Lagoon. The water salinity of the lagoon is observed at three points representing the lagoon, which are A, B and C, located 1.8 km, 4.7 km and 5.6 km away from the inlet of the lagoon. The model results shows that that the salinity levels in the lagoon are in the range of 27-32‰. Based on the model, the Kuala Gigieng Lagoon can be classified into several zones. Zone A is the sea water dominated zone, a zone dominated by sea water because it is located closest to inlet the lagoon. Zone C is the hypersaline zone, a high saline zone due to lack of fresh water flow, generally located at the back of the lagoon. The variation and distribution of salinity in the Kuala Gigieng Lagoon can be visualized using this research’s water salinity distribution map.

Citation



    SERVICES DESK