<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101868">
 <titleInfo>
  <title>DESAIN INTERNET OF THINGS UNTUK PEMANTAUAN KUALITAS UDARA PADA STUDI KASUS POLUSI UDARA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KARNAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banda Aceh merupakan Ibu Kota Provinsi Aceh, sekaligus pusat pemerintahan, dan kegiatan ekonomi sehingga lingkungan kota yang sehat perlu tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya. Polusi udara merupakan satu faktor yang mempengaruhi kebersihan dan kenyamanan kota Banda Aceh. Manusia tidak bisa langsung merasakan perubahan polusi udara di sekitar, sehingga perlu suatu alat teknologi yang mampu mendeteksi perubahan polusi udara. Pada penelitian ini dihasilkan suatu purwarupa untuk memantau kualitas udara dengan memanfaatkan Arduino dan ESP8266 dengan bantuan database thingspeak sebagai pengirim dan penerima data yang dikirimkan ke aplikasi mobile apps pada smartphone untuk menampilkan hasil pembacaan sensor secara realtime. Pada purwarupa ini Arduino digunakan sebagai otak utama dari sistem dimana terhubung dengan ESP8266, dan 4 sensor yaitu CO (MQ-7), CO2 (MQ-9), debu (PM10), dan DHT-11 (temperatur dan kelembaban). Purwarupa yang dihasilkan bersifat portable sehingga mudah ditempatkan dimana saja. Pada penelitian ini menggunakan thingspeak user free, jadi database thingspeak hanya mengambil data pada setiap 15 detik sekali untuk di perbarui. Pengujian  sistem pemantauan polusi udara dilakukan pada 2 lokasi, yaitu pertama di lokasi simpang lima Kota Banda Aceh dan kedua di lokasi halte Jeulingke Banda Aceh. Hasil pengujian menunjukkan bawah konektivitas antar perangkat terdapat delay ± 1,1 detik untuk mengirim data, sehingga sistem pemantauan sudah dapat dikatakan bekerja secara realtime.&#13;
&#13;
Kata kunci: IoT, Banda Aceh, Thingspeak, data base, Real time</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INTERNET PROGRAMMING</topic>
 </subject>
 <classification>006.76</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101868</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-26 15:26:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-26 15:52:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>