KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KOTAMADYA BANDA ACEH TERHADAP TUMBUHAN SUKU EUPHORBIACEAE SEBAGAI TUMBUHAN OBAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KOTAMADYA BANDA ACEH TERHADAP TUMBUHAN SUKU EUPHORBIACEAE SEBAGAI TUMBUHAN OBAT


Pengarang

Muliana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0281410044

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitan tentang "Kearifan Lokal Masyarakat Kotamadya Banda Aceh terhadap Tumbuhan suku Euphorbiaceae sebagai Tumbuhan Obat" telah dilaknkan di 90 Aesa pada 9 kecamatan yang ada di Kotamadya Banda Aceh. Penelitian betujuan memperoleh informasi tentang kearifan lokal masyarakat Kotamadya Banda Aceh terhadap 9 jenis tumbuhan suku Euphorbiaceae yaitu Euphorbia pulcherrima (pohon merah), Euphorbia hirta (gendong anak), Phyllanthus urinaria (meniran), Ricinus communis (jarak liar), Aleurites moluccana (kemiri), Manihot esculenta (ubi racun), Jatropha curcas (jarak pagar), Codiaeum variegatum (puring) dan Hevea brasiliensis (karet) sebagai tumbuhan bermanfaat obat. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni sampai Desember 2007. Metode yang digunakan adalah metode PRA (Participatory Rural Appraisal). Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dengan teknik tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis yang banyak manfaatnya sebagai obat adalah Phyllanthus urinaria karena dapat menyembuhkan 10 jenis penyakit. Empat jenis yang tidak diketahui manfaatnya sebagai obat adalah Euphorbia pulcherrima, Ricinus communis, Codiaeum variegatum dan Hevea brasiliensis. Jenis yang banyak diketahui oleh masyarakat sebagai tumbuhan obat adalah Jatropha curcas. Organ yang banyak digunakan sebagai obat adalah daun. Cara meramu organ untuk obat dilakukan secara tunggal atau ramuan, sedan gkan penggunaannya sebagai obat dengan cara diminum, ditempel, dan dioles.

Kata kunci : Kearifan lokal, tumbuhan obat, dan Euphorbiaceae.



Penelitan tentang "Kearifan Lokal Masyarakat Kotamadya Banda Aceh terhadap Tumbuhan suku Euphorbiaceae sebagai Tumbuhan Obat" telah dilaknkan di 90 desa pada 9 kecamatan yang ada di Kotamadya Banda Aceh. Penelitian beta;an memperoleh informasi tentang kearifan lokal masyarakat Kotamadya Banda Aceh terhadap 9 jenis tumbuhan suku Euphorbiaceae yaitu Euphorbia pulcherrima (pohon merah), Euphorbia hirta (gendong anak), Phyllanthus urinaria (meniran), Ricinus communis (jarak liar), Aleurites moluccana (kemiri), Manihot esculenta (ubi racun), Jatropha curcas (jarak pagar), Codiaeum variegatum (puring) dan Hevea brasiliensis (karet) sebagai tumbuhan bermanfaat obat. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni sampai Desember 2007. Metode yang digunakan adalah metode PRA (Participatory Rural Appraisal). Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dengan teknik tabulasi. Hasil pcnclitian mcnunjukkan bahwa jcnis yang banyak manfaatnya scbagai obat adalah Phyllanthus urinaria karena dapat menyembuhkan 10 jenis penyakit. Empat jenis yang tidak diketahui manfaatnya sebagai obat adalah Euphorbia pulcherrima, Ricinus communis, Codiaeum variegatum dan Hevea brasiliensis. Jenis yang banyak diketahui oleh masyarakat sebagai tumbuhan obat adalah Jatropha curcas. Organ yang banyak digunakan sebagai obat adalah daun. Cara meramu organ untuk obat dilakukan secara tunggal atau ramuan, sedan gkan penggunaannya sebagai obat dengan cara diminum, ditempel, dan dioles.

Kata kunci : Kearifan lokal, tumbuhan obat, dan Euphorbiaceae.









Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK