KAJIAN SISTEM PENGERING BIJI KAKAO DENGAN ALAT PENGERING BERTINGKAT BANYAK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN SISTEM PENGERING BIJI KAKAO DENGAN ALAT PENGERING BERTINGKAT BANYAK


Pengarang

Siti Elza Elvira Titania - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ahmad Syuhada - 196108201987031002 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Ilham Maulana - 197105011998021003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1804102010021

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik - Teknik Mesin., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kakao merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan Indonesia yang dapat diolah menjadi produk kokoa dan cokelat yang mengandung antioksidan alami juga mengandung senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Biji kakao biasanya diproses melalui fermentasi dan pengeringan saat panen selama pemrosesan primer. Fermentasi biasanya dilakukan selama 5-7 hari untuk mengembangkan prekursor rasa dan setelah itu dilakukan pengeringan untuk menghentikan proses fermentasi yang membutuhkan waktu 5-7 hari dan untuk menyelesaikan pencoklatan reaksi saat ini sudah menggunakan peralatan pengering, pada alat ini digunakan energi panas yang bersumber dari bahan bakar yang dibuat bertingkat untuk meningkatkan kapasitas pengeringan. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Azizatul Lutfiah, dkk dan Miswar Abd, dkk mendapatkan hasil yang maksimal dengan lama pengeringan yang bervariasi mulai dari 8 jam pada temperatur konstan 60oC dan 17-19 jam pada temperatur ruang yang dirasa kurang efisien karena membutuhkan waktu yang cukup lama dan kurang higienis karna terkontaminasi dengan jamur.
Pada penelitian ini penulis melakukan penelitian menggunakan alat pengering bertingkat banyak 9 rak dan bahan bakar LPG sebagai sumber panas. Waktu pengeringan dilakukan selama 10 sampai 12 jam untuk memperoleh laju perpindahan panas yang maksimal, meningkatkan kapasitas, keseragaman temperatur dan agar mendapatkan pengeringan yang baik, untuk mempercepat pengeringan secara merata dengan metode pengeringan yaitu temperatur konstan dan berubah 60ºC, 70ºC,50-45ºC dan 80-45ºC menurunkan kadar air sesuai dengan SNI yaitu 7-7,5% selama 12 jam.

Cocoa is one of the commoditis from Indonesian plantations that can be processed into cocoa and chocolate products that contain natural antioxidants and also contain polyphenolic compounds that act as antioxidants. Cocoa beans are usually processed through fermentation and drying at harvest during primary processing. Fermentation is usually carried out for 5-7 days to develop flavor precursors and after that drying is carried out to stop the fermentation process which takes 5-7 days and to complete the browning the reaction is currently using drying equipment, in this tool heat energy sourced from raw materials is used. stratified fuel to increase drying capacity. In a previous study conducted by Azizatul Lutfiah, et al and Miswar Abd, et al., they got maximum results with varying drying times ranging from 8 hours at a constant temperature of 60oC and 17-19 hours at room temperature which is considered inefficient because it takes a long time. and less hygienic because it is contaminated with fungi. In this study, the authors conducted research using a 9-rack multi-storey dryer and LPG fuel as a heat source. Drying time is carried out for 10 to 12 hours to obtain the maximum heat transfer rate, increase capacity, temperature uniformity and in order to get good drying, to speed up drying evenly with the drying method, namely constant and changing temperatures of 60ºC, 70ºC, 50-45ºC and 80 -45ºC reduces the water content according to SNI, namely 7-7.5% for 12 hours.

Citation



    SERVICES DESK