<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101823">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN SISTEM POMPA ENERGI SURYA UNTUK PENGAIRAN TANAMAN TOMAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUKU FARHAN FAIZA AFIF</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara agraris dan beriklim tropis, sehingga sangat wajar apabila sebagian penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani. Pada musim kemarau, petani kesulitan mengairi tanamannya karena harus memompa air dari sumur. Banyak petani yang tidak dapat menggunakan pompa air karena lahan pertanian jauh dari sumber listrik. Teknologi pompa energi surya merupakan salah satu energi alternatif yang dapat mengatasi kendala tersebut. Pompa air ini dapat digunakan untuk mengairi tanaman khususnya tanaman tomat. Oleh karena itu, petani dapat menggunakan air yang dihasilkan oleh teknologi pompa energi surya untuk mengelola tanaman tomat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sistem pompa energi surya yang sesuai untuk pengairan tanaman. Metode pengukuran kebutuhan dalam penelitian ini adalah mengukur kebutuhan rata-rata air tanaman tomat penanaman usia 0-120 HST, besar intensitas cahaya matahari, tegangan, arus, dan debit air yang dihasilkan pompa. Pengukuran besar intensitas cahaya matahari, tegangan, arus, dan debit air dilakukan selama bulan Januari-April.Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari. Pada saat pengujian, air yang dibutuhkan per hari yaitu 1314 ℓ. Debit air yang dibutuhkan yaitu 4,38 ℓ/menit. Bulan April 2022 memiliki nilai pengukuran tertinggi. Nilai rata-rata intensitas cahaya matahari yaitu sebesar 668 W/m2, rata-rata daya listrik sebesar 57,78 Watt, dan rata-rata debit air sebesar 4,64 liter/menit. Maka dari itu kebutuhan air yang diperlukan agar mampu menyiram tanaman tomat sebanyak 200 batang dibutuhkan daya pompa sebesar 80 Watt. Dengan daya pompa sebesar 80 Watt, maka energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan pompa diperlukan 1 unit panel surya dengan daya 100 Wp dengan luas penampang 0,56 m² dan baterai aki 100 ah &#13;
12 V sebanyak 1 baterai.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOLAR ENERGY - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PUMPS</topic>
 </subject>
 <classification>621.47</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101823</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-25 12:22:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-03 10:41:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>