<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101779">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIHRN(ALLIUM SATIVUM) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS (RATTUS WISTAR) YANG DIINDUKSIRNALOKSAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rosmalinda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini   bertujuan   untuk   mengetahui  pengaruh  ekstrak  bawang   putih (Allium  sativum)  terhadap kadar  glukosa  darah tikus  (Rattus  wistar)  yang  telah diinduksi aloksan.  Pelaksanaannya dari  bulan Juli 2005  sampai  Juli  2006.  Diabetik dibuat dengan memberikan aloksan 75 mg/kg bb dan sebagai pencegah hiperglikemia diberikan ekstrak bawang putih dengan berbagai  dosis.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap  yang terdiri atas 5  perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 5  kali.  Perlakuan terdiri atas pemberian 0 mg/kg bb aloksan dan 0 mg/kg bb ekstrak bawang putih (A) sebagai kontrol negatif, pemberian 75 mg/kg bb aloksan dan 0 mg/kg  bb ekstrak  bawang  putih  (B) sebagai  kontrol positif,  pemberian 75  mg/kg bb aloksan dan ekstrak bawang putih masing-masing dengan dosis 25 mg/kg bb, 50 mg/kg bb dan  l 00 mg/kg bb (perlakuan  C, D dan  E).  Volume ekstrak bawang putih yang diberikan sebanyak   0, 1     ml/10  g bb dan volume aloksan yang diberikan sebanyak 0,02 ml/10  g bb.  Parameter yang diamati  pada penelitian  ini adalah kadar glukosa darah tikus.   Data  yang  diperoleh  dianalisis  dengan menggunakan analisis  varian    dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan.  Hasil  penelitian  ini  memperlibatkan pengaruh yang sangat nyata terhadap kadar glukosa darah tikus.  Semakin tinggi dosis ekstrak bawang putih yang diberikan, maka semakin menurun kadar glukosa darah tikus yang diinduksi aloksan.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101779</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-21 15:27:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-21 15:27:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>