<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101752">
 <titleInfo>
  <title>ORNAMEN  RUMAH TRADISIONAL ACEH:</title>
  <subTitle>SUATU KAJIAN ANTROPOLOGIS DAN APLIKASINYA PADA TEKSTIL</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Novita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana (S3)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rumah Tradisional Aceh (RTA) merupakan  suatu bentuk karya masyarakat dipengaruhi oleh aktivitas  sosial dan budaya.  Ornamen-ornamen yang menghiasi RAT merupakan aset lokal yang perlu dipertahankan eksistensinya, mempunyai nilai seni tinggi, dan menyimpan banyak khasanah budaya masa lampau.  Potensi seni  yang terkandung pada ornamen RTA diduga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk tekstil dan bernilai ekonomi tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi eksistensi RTA di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, proses ornamentasi dan makna simbolik, serta mengaplikasikan sejumlah motif menjadi produk tekstil. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif.  Kesulitan mendapatkan material kayu, langkanya tukang (utoh), efisiensi ruangan, perkembangan zaman, konflik Aceh dan pembakaran RTA, serta gangguan serangga perusak (rayap) merupakan penyebab semakin berkurangnya populasi RTA.  Sebanyak 69 motif berhasil dikoleksi yang terdiri dari unsur flora (28), fauna (20), alam (9), benda (8), serta geometris (4). Tidak semua motif pada RTA mengandung makna simbolik.  Tukang  merupakan sosok yang paling berperan dalam pemilihan, penempatan, dan pemaknaan dalam ornamentasi. Kombinasi berbagai motif dapat menghasilkan sejumlah desain kontemporer untuk tekstil.  Luaran penelitian ini menghasilkan beberapa produk tekstil “batik aceh” dengan memanfaatkan tumbuhan sekitar sebagai pewarna alami dan berpotensi untuk dipasarkan. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COLOR - PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ORNAMENTS - ARTS</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101752</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-20 17:12:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-21 12:40:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>