<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101747">
 <titleInfo>
  <title>UJI REPELLENCY  EKSTRAK  METANOL BATANG TUMBUHAN VITEX TRIFOLIA TERHADAP NYAMUK (CULICIDAE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizna Rahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian uji repellency  ekstrak metanol batang tumbuhan Vitex trifolia   terhadap nyamuk (Culicidae).   Batang  Vitex  trifolia   sebanyak 2500 gram dimaserasi dengan pelarut metanol sehingga cliperoleh ekstrak metanol sebanyak 169 gram. Ekstrak kasar metanol kemudian dipartisi menggunakan pelarut aseton dan diperoleh  ekstrak  metanol  hasil  partisi  sebanyak  92  gram  dan  ekstrak  aseton sebanyak 50 gram.  Ekstrak metanol hasil partisi dipisahkan fraksi-frakslnya dengan kromatografi kolom vakum cair (KKVC).  Fraksi hasil KKVC  dipisahkan lagi dengan menggunakan kromatografi gravitasi (KG). Ekstrak kasar dan  fraksi-fraksi ekstrak metanol batang Vi/ex  trifolia  diuji aktivitas repellentnya   terhadap nyamuk dengan konsentrasi yang bervariasi yaitu  1%, 5% dan 10%. Pengujian aktivitas  menunjukkan bahwa  secara  keseluruhan  ekstrak  kasar maupun  fraksi-fraksi  ekstrak  metanol memiliki aktivitas sebagai penolak terhadap nyamuk. Hal ini juga dibuktikan dengan pengujian staristik menggunakan metoda analisis  varians, dimana  Fhituna ekstrak: kasar dan fraksi-fraksi (21,18; 32,24; 28,81 dan 10,16) lebih besar  dari Ftabel(F0,05 = 3,48 dan F0,01= 5,99). Pada pengujian aktivitas juga diketahui bahwa ekstrak kasar  dan fraksi-fraksi umumnya mulai menunjukkan aktivitas penolak yang baik pada konsentrasi 10%. Hasil ini juga didukung dengan pengujian statistik menggunakan uji Tukey.  Pada uji Tukey, ekstrak dcngan konsentrasi  10% pada setiap sampel menunjukkan aktivitas yang tidak  berbeda nyata dengan kontrol positif (Soffel),Qhitung ekstrak   kasar (5,66) lebih kecil dan  Qtabel(Q(0,05 =)  5,71 dan Q(0,01 = 7,55),Qhitung ekstrak   hasil partisi (3,00) lebih kecil dari Qtabel(Q(0,05) = 5,67 dan Q(0,01 = 7,49), Qhitung fraksi hasil KKVC  (2,67) Iebih kecil dan Qtabel (Q(0,05) = 3,81 dan Q(0,01) = 5,03) dan Qhitung fraksi hasil KG (7,66) lebih besar dari Q(0,05)  = 6,60 dan lebih kecil dari  Q(0,01)=  8,71.  Karakterisasi  dengan  KG-SM  ekstrak  metanol  hasil  partisi mengandung  11  (sebelas)  senyawa  penyusun  utama,  diantaranya  furfural dan pirrolidin 3-metil.&#13;
&#13;
Kata kunci  : Repellent,  Vitex trifolia,  KG-SM, uji Tukey dan metanol.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101747</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-20 16:14:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-20 16:14:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>