<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101739">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  PEMBERIAN  EKSTRAK DAUN KLAUSENA (CLAUSENA ANISATA  HOOK.F)TERHADAP PERUBAHAN HISTOLOGIS  HATI  DAN GINJAL TIKUS   (RATTUS   NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurfalinda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini  betujuan   untuk  mengetahui  perubahan  histologis  hati  dan  ginjal  tikus (Rattus norvegicus)  akibat pemberian eksrrak daun klausena (Clausena  anisata  Hook. f). Rancangan  aeak  lengkap  yang digunakan  dalam  penelitian  ini terdiri  alas  5 perlakuan dan  masing-masing   diulang  sebanyak  5 kali.  Perlakuan  terdiri  atas  pemberian  ekstrak daun   klausena   dengan   dosis  0  mg/200g   bb,  0.55  mg/200g   bb.   1.1  mg/200g   bb.2,2   mg/200g   bb,  dan   4.4   mg/200g   bb.  Volume   pemberian   pad a   masing-masing perlakuan  sebanyak  I mlnOOg bb. Pemberian ekstrak  daun  klausena  dilakukan  selama tujuh  hari  secara  oral  dengan  menggunakan  sonde  dari  logam  untuk  masing-masing dosis.    ebelum  pemberian  hewan  pereobaan  dipuasakan  selama  12 -  16 jam,  tetapi air minum  teiap  diberikan  secara  ad  libitum.  Makanan  kembali  diberikan  6 jam  setelah pemberian  ekstrak  daun  klausena.  Pembuatan  sediaan  histologis  menggunakan  metode paraffin  dan disayat  6 mikron.   selanjutnya  diwarnai  dengan  pewarnaan   hernatoksilin- eosin  (HE).  Parameter  yang  diamati  adalah  proporsi  jumlah   sel  hati  dan  sel  tubulus ginjal  yang  mengalami  degenerasi  dan nekrosa.  Data yang diperoleh  dianalisis  dengan analisis  varian  dan  dilanjutkan  dengan  uji jarak   berganda   Duncan.   Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  ekstrak daun   klausena   berpengaruh    sangat  nyata   terhadap degenerasi  dan nekrosa sel hati dan sel tubulus ginjal.    Semakin  meningkat  dosis ekstrak daun  klausena  yang diberikan  pada tikus maka semakin  meningkat  proporsi jumlah  sel hati dan tubulus ginjal yang mengalami degenerasi  dan nekrosa.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <classification>-</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101739</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-20 15:20:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-25 11:37:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>