<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101696">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP INDEKS KUALITAS AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI KRUENG MEUREUBO DAN KRUENG WOYLA KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmatillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MAGISTER PENGELOLAAN LINGKUNGAN</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada sungai Krueng Meureubo dan Woyla di Kabupaten Aceh Barat masih didapati permasalahan berupa pencemaran akibat dari buangan limbah domestik dan non domestik serta penambangan liar yang merupakan bagian aktivitas antropogenik yang terus meningkat, dikarenakan hasil buangan limbah kegiatan manusia yang mengalirkannya langsung ke daerah hulu sungai hingga ke hilir sungai tanpa melalui pengolahan telah mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air dan sedimentasi. Sehingga untuk mengetahui tingkat pencemaran air dan sedimen pada kedua sungai tersebut perlu dilakukan identifikasi pencemaran menggunakan metode Pollution Index untuk kualitas air dan metode Sediment Quality Guidelines untuk sedimentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kualitas air sungai Krueng Meureubo dan Krueng Woyla tahun 2021 dengan menggunakan metode Pollution Index (PI) dengan nilai PIj 1,42 bagi peruntukan air minum (Kelas I) tergolong tercemar ringan, berbeda jika dibandingkan data DLH Kabupaten Aceh Barat tahun 2018 dengan nilai PIj 3,98 tergolong tercemar sedang, tidak berbeda dengan data DLH tahun 2019 dengan nilai PIj 2,90 tergolong tercemar sedang. Adapun kualitas air peruntukan pertanian (Kelas IV) dengan nilai PIj 0,15 tergolong memenuhi baku mutu, tidak berbeda jika dibandingkan data DLH Kabupaten Aceh Barat tahun 2018 dengan nilai PIj 0,19 dan pada tahun 2019 dengan nilai PIj  0,28 (2) Kualitas sedimen sungai Krueng Meureubo dan Krueng Woyla tahun 2021 dengan menggunakan metode Sediment Quality Guidelines (SQGs) dengan nilai 0,31 tergolong efek negatif logam berat terhadap biota sedang. Hal ini disebabkan tingginya konsentrasi Cr sebesar 25,85 mg/Kg dan merkuri sebesar 0,68 mg/Kg yang dijumpai pada sedimen Krueng Meuruebo Hulu dan sedimen Krueng Woyla Hulu.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Antropogenik, Metode PI, Metode SQGs, Krueng Mereubo, Krueng Woyla</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WASTE CONTROL</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INDUSTRIAL POLLUTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEDIMENTATION - IN WATER</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101696</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-16 21:23:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-18 08:58:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>