<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101629">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SPASIAL C-ORGANIK DAN KARBONAT (CACO3) DI PESISIR KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amri Adnan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Magister Pengeloaan Sumber Daya Pesisir Terpadu</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagian besar wilayah pesisir Aceh Besar merupakan daerah akumulasi senyawa organik seperti C-Organik dan CaCO3. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian sebaran karbon organik dan karbonat pada sedimen di wilayah pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran C-Organik dan Kalsium Karbonat (CaCO3) ditambah dengan uji pH dan Salinitas secara spasial pada permukaan pada kedalaman 40 – 60 cm di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Besar. Analisis kandungan C-Organik menggunakan metode Walkley and Black, sedangkan untuk Kalsium Karbonat (CaCO3) dianalisis menggunakan metode Titrimetri. Uji pH dan salinitas tanah dilakukan secara in situ menggunakan pH meter dan uji salinitas tanah menggunakan salinometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran kandungan C-Organik dan Karbonat berbeda di setiap lokasi di wilayah Pesisir Aceh Besar. Sebaran karbon organik dan karbonat di bagian utara Aceh Besar, di kawasan Ujong Batee Puteh memiliki nilai rata-rata 0,86% dan 10,28%. Sedangkan sebaran C-Organik di kawasan Lamreh rata-rata 0,44% dan karbonat (CaCO3) sebesar 8,03%. Di sisi lain, di bagian barat Aceh Besar, sebaran C-Organik di kawasan Ujong Pancu rata-rata 2,83% dan karbonat (CaCO3) sebesar 8,05%. Sebaran C-Organik di kawasan Lhok Seudu memiliki nilai rata-rata 1,07% dan karbonat (CaCO3) sebesar 9,65%. Hasil penelitian juga mengungkapkan fakta bahwa ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi distribusi C-Organik dan CaCO3. Faktor-faktor tersebut adalah topografi lokasi yang memungkinkan material tererosi akibat limpasan, vegetasi yang memperkaya komposisi bahan organik dan lingkungan pengendapan. &#13;
&#13;
Kata kunci: Sebaran, C-Organik, Karbonat (CaCO3), pH tanah, kedalaman&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COASTAL REGIONS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ORGANIC COMPOUNDS</topic>
 </subject>
 <classification>551.457</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101629</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-08 10:15:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-18 09:39:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>