<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101593">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN DAYA HAMBAT BEBERAPA MACAM SABUN ANTISEPTIK TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Windi Yulia Rahma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini bertujuan   untuk   mengetahui   kemampuan   beberapa   macam sabun  antiseptik  dalam  menghambat   pertumbuhan   bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Metode  penelitian  menggunakan   Rancangan  Acak Kelompok Sub Sampling  dengan  6 perLakuan dan 3 ulangan,  yaitu: sabun antiseptik  A, B, C, D, fenol  2%, serta  akuades.  Kelompok  terdiri  dari  bakteri  S. aureus dan  E. coli. Uji   hambat   dilakukan dengan   metode   Kirby-Bauer. Parameter    yang   diamati adalah  diameter  zona hambat  pertumbuhan   S. aureus dan E.  coli. Data dianalisis menggunakan   Analisis   Varian  (ANA VA)  dilanjutkan   dengan   Uji  Jarak   Ganda Duncan  (UJGD).   Hasil  penelitian   menunjukkan     adanya  perbedaan   besar  zona hambat  yang  terbentuk  dari  kedua  bakteri.  Hasil uji zona hambat  suspensi  sabun antiseptik  terhadap  bakteri  S. aureus memiliki  rata-rata  diameter  yang  lebih  besar dibandingkan   bakteri  E.  coli.   Sabun  A,  B, C  dan D dengan  konsentrasi   50% terhadap   kedua   bakteri masing-masing   memiliki   rata-rata  diameter   25,16  mm, 15,6   mm,    11,5   mm   dan  9,83   rom   sedangkan    fenol   15,0   mm,   Hasil   ini menunjukkan   bahwa  sabun A, B dan C memiliki  kemampuan  yang  setara  dengan daya hambat feno12%.  Berdasarkan   Uji Jarak  Ganda  Duncan  (UJGO)  ditemukan perbedaan   daya  hambat  yang  nyata  antara  bakteri  S. aureus dan E. coli serta perbedaan  yang sangat  nyata pada perlakuan  sabun dan fenol (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOAPS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BACTERIA</topic>
 </subject>
 <classification>579.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101593</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-06 10:35:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-06 10:59:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>