<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101572">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI KECEPATAN MILLING TERHADAP TEMPERATUR DESORPSI MATERIAL PENYIMPANAN HIDROGEN SISTEM MGH2-FE3O4</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI NURAFIQA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hidrogen merupakan sumber energi terbarukan yang bersifat ramah lingkungan dan tersedia secara melimpah di alam semesta. Hidrogen merupakan material yang dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan bantuan sel bahan bakar. Namun, masih ada kendala dalam penggunaan tabung penyimpanannya. Salah satu metode yang sedang dikembangkan dengan menggunakan penyimpanan dalam bentuk padat atau disebut Solid Hidrogen Storage, yaitu dengan menyisipkan hidrogen ke dalam material. Magnesium (Mg) merupakan salah satu kandidat potensial penyerapan hidrogen sebagai aplikasi Fuel Cell. Akan tetapi Magnesium (Mg) masih memiliki kekurangan pada reaksi kinetic yang sangat lambat, yaitu membutuhkan waktu minimal 60 menit dan temperatur operasi yang sangat tinggi &lt; 300 oC. Perkembangan penelitian melakukan metode paduan dengan menambahkan unsur paduan logam sebagai katalis dengan menggunakan proses Mechanical Alloying. Pada penelitian ini dilakukan pengkajian terhadap material paduan MgH2+10wt%Fe3O4 dengan menggunakan Ball Mill dan variasi kecepatan milling sebesar (150, 250 dan 350) Rpm selama 20 Jam. Hasil pengujian XRD menunjukkan fasa utama yang muncul terdiri dari MgH2 dan Fe3O4. Ukuran kristal terkecil dihasilkan pada perlakuan sampel dengan kecepatan milling 350 Rpm yaitu 8,8567 nm. Hasil pengujian Differential Scanning Calorimetry (DSC) menunjukkan dengan kecepatan milling sebesar 350 Rpm menghasilkan temperatur desorpsi sebesar 361,35 oC. Berdasarkan pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA) menghasilkan pelepasan hidrogen sebesar 0,51 mg dalam waktu 7,7 menit. Sehingga dapat ditunjukkan bahwa kecepatan milling dapat memperkecil ukuran kristal dan menurunkan temperatur desoprsi.&#13;
&#13;
Kata kunci : Penyimpanan Hidrogen, Magnesium, kecepatan Milling, Katalis Fe3O4, temperatur desorpsi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ENERGY - PHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101572</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-05 15:06:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-13 14:44:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>