<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101571">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT LAJU EROSI SEBAGAI DASAR MANAJEMEN SUMBERDAYA LAHAN DI SUB DAS KRUENG SEULIMEUMKABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siswanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Erosi merupakan kehilangan tanah akibat pergerakan air dan angin. Erosi terjadi dalam tigra proses, yaitu pelepasan, terbawa dan pengendapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya erosi, menganalisis indeks bahaya erosi dan dampak kerusakan lingkungan yang terjadi di Sub-DAS Krueng Seulimuem DAS Krueng Aceh. Penelitian ini dilakukan melalui metode survei yaitu observasi langsung ke lokasi penelitian dan analisis tanah di Laboratorium Fisika dan Kimia Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Erosi ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation). Metode tersebut melihat beberapa parameter penelitian seperti faktor erosivitas, faktor erodibilitas, pengaruh panjang dan kemiringan lereng dan faktor pengelolaan tanaman dan tindakan konservasinya. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, meliputi: (1) pengumpulan data sekunder dan penyusunan peta lokasi penelitian, (2) tinjauan lokasi penelitian dan (3) analisis tanah dan interpretasi data. Hasil peta overlay jenis tanah, kemiringan lereng, dan tata guna lahan menunjukkan bahwa lokasi penelitian memiliki 9 (sembilan) satuan peta lahan (SPL) dengan luas total 26.497,07 hektar. Erosi aktual terbesar terdapat pada SPL 8 yaitu 254,06 ton ha-1 th-1, sedangkan erosi potensial terbesar terdapat pada SPL 9 yaitu 2.857,72 ton ha-1 th-1. Terdapat tiga indeks bahaya erosi yaitu rendah masing-masing pada SPL 1, 2, 4, 5, 6, 7 dan 9 ; indeks bahaya erosi sedang masing-masing terdapat pada 1, 2, 3 dan 6; indeks bahaya erosi sangat tinggi terdapat pada SPL 2 dan 8. Arahan konservasi tanah yang disarankan adalah reboisasi terhadap kawasan lindung pada SPL 4 dan 8 dan kawasan budidaya dapat menerapkan kaedah-kaedah konservasi pada SPL 1, 2, 3, 5, 6, 7 dan 9.&#13;
Kata Kunci  :  Erosi, Sub DAS Seulimeum, USLE, Indek Bahaya Erosi, Konservasi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EROSION - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101571</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-05 15:01:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-07 10:59:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>