<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101533">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN INFEKSI COVID 19 PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN TRANSMISI VERTIKAL PADA JANIN INTRAUTERIN DIRUMAH SAKIT DR ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Sarjani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Pendidikan Dokter Spesialis</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pendahuluan: Wanita hamil termasuk kelompok rentan untuk mengalami coronavirus disease 2019 (COVID-19) oleh karena mengalami serangkaian perubahan fisiologi dan imunologis. Dampak lain COVID-19 pada kehamilan adalah dapat mempengaruhi kesejahteraan janin dimana terdapat potensi terjadinya infeksi vertikal SARS-CoV-2 intrauterin. Penelitian ini bertujuan untuk menilai insidensi kejadian infeksi vertikal dan pembentukan antibodi SARS-CoV-2 pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami infeksi COVID-19.&#13;
Metode: Penelitian ini termasuk studi observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin banda Aceh. Dilakukan pengambilan air ketuban, swab nasofaring dan orofaring pada bayi, dan swab pada plasenta pada penelitian ini untuk diperiksa menggunakan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR). Pemeriksaan antibodi SAR-CoV-2 dilakukan terhadap bayi dengan modalitas Electro-Chemiluminescence Immunoassay (ECLIA). Analisis fisher exact test dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95%.&#13;
Hasil: Sebanyak 33 wanita hamil dengan konfirmasi COVID-19 terlibat dalam penelitian ini yang 4 diantaranya melahirkan bayi dengan konfirmasi COVID-19. Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara infeksi vertikal pada janin intrauterin pada ibu hamil yang terkonfirmasi COVID-19 dan seluruh bayi dengan konfirmasi COVID-19 tidak menunjukkan adanya pembentukan antibodi anti SAR-CoV-2 (p = 1,000).&#13;
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan infeksi vertikal pada janin intrauterin pada ibu hamil yang terkonfirmasi COVID-19, meskipun dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 4 (12,12%) dari 33 bayi menunjukkan hasil PCR positif SARS-CoV 2 dari ibu dengan konfirmasi positif, namun pada hasil swab cairan ketuban dan plasenta menunjukkan hasil yang negatif, sehingga dapat disimpulkan infeksi yang terjadi bukan intrauterine atau tidak mengalami infeksi vertikal.&#13;
Kata kunci: Kehamilan, COVID-19, infeksi vertikal, antibodi anti SAR-CoV-2</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PREGNANCY COMPLICATIONS - OBSTETRICS</topic>
 </subject>
 <classification>618.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101533</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-07-01 14:33:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-13 11:12:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>