<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101517">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI GLUCOCORTICOID RECEPTOR PADA TUBULUS SEMINIFERUS TESTIS KELINCI LOKAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHOFIVA SATRIA YUSRIL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hormon glukokortikoid merupakan salah satu hormon yang berperan dalam proses &#13;
spermatogenesis setelah berikatan dengan reseptornya yaitu glucocorticoid receptor (GR) yang &#13;
terdapat pada jaringan testis. Penelitian ini bertujuan mendeteksi sebaran dan ekspresi GR pada &#13;
jaringan testis kelinci lokal dengan umur berbeda menggunakan teknik imunohistokimia (IHK). &#13;
Sampel yang digunakan adalah 12 testis kelinci lokal yang dikoleksi dari 12 ekor kelinci lokal jantan&#13;
yang dibagi menjadi empat kelompok umur, yaitu 2 bulan (K1), 6 bulan (K2), 1 tahun (K3), dan 2 &#13;
tahun (K4), masing-masing kelompok terdiri atas tiga ekor kelinci. Seluruh sampel diproses menjadi &#13;
preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan IHK metode avidin biotin complex peroxidase. &#13;
Sebaran GR pada jaringan testis dianalisis secara deskriptif sedangkan ekspresi GR dinilai &#13;
berdasarkan intensity score (IS) lalu hasilnya dianalisis menggunakan uji Kruskal - Wallis dan &#13;
adanya perbedaan ekspresi antar kelompok umur dilanjutkan dengan Mann Whitney U Test. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa sebaran GR terdeteksi positif pada buluh darah, jaringan ikat&#13;
longgar, dan sel peritubular myoid testis. Berdasarkan uji statistik terdapat perbedaan yang nyata &#13;
ekspresi GR pada sel peritubular myoid (P0,05). Kesimpulan penelitian ini &#13;
adalah GR ditemukan dengan ekspresi kuat pada jaringan testis kelinci umur 2 bulan dan ekspresi &#13;
pada sel peritubular myoid berbeda nyata dengan kelompok kelinci lainnya yang mengindikasikan &#13;
bahwa hormon glukokortikoid berperan penting dalam morfogenesis testis. &#13;
Kata kunci: Hormon glukokortikoid, sel myoid peritubular, testis, dan kelinci lokal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTIVE SYSTEM - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RABBITS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>573.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101517</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-30 15:20:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-01 09:41:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>