<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101448">
 <titleInfo>
  <title>ADAT KENDURI KEMATIAN “OJAT” DI GAMPOENG PULO KAMBING  KECAMATAN KLUET UTARA KABUPATEN  ACEH  SELATAN  (1995 - 2020)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAFRIA ZAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  yang  berjudul  Adat  Kenduri  Kematian  “Ojat”  Di  Gampoeng  Pulo Kambing  Kecamatan  Kluet  Utara  Kabupaten  Aceh  Selatan  (1995  -2020,  ini bertujuan  untuk:  (1)  merekontruksikan  Adat  Kenduri  Ojat  daerah  Kluet  (1995- 2020),  (2)  menjelaskan  bagaimana  Adat  Kenduri  Kematian  setelah  dilakukan perubahan  di  Gampong  Pulo  Kambing,  (3)  melihat  kendala  dalam  proses pelaksanaan  kenduri  Ojat  di  Gampoeng  Pulo  Kambing.  Penelitian  ini mengunakan  metode  sejarah  (historis)  dengan  menggunakan  pendekatan kualitatif.  Adapun  teknik  pengumpulan  data  dilakukan  dengan  cara  observasi, wawancara,  dokumentasi  dan  studi  kepustakaan.  Sumber  primer  yang  diperoleh meliputi,  wawancara,  serta  dokumen  yang  mengenai  Adat  Kenduri  Kematian  di Gampoeng  Pulo  Kambing  Kecamatan  Kluet  Utara  Kabupaten  Aceh  Selatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1)  Adat  Kenduri  Ojat suku Kluet  memiliki  keunikan  sendiri,  yaitu  apabila  seorang  warga  meninggal  dunia maka  dari  pihak  famili  terutama  keluarga  dekat  akan  mengikat  kain  putih  di pergelangan  tangan  mereka  sekurang-kurangnya  selama  tujuh  hari,  hal  ini membuktikan bahwa mereka sedang dalam keadaan musibah atau berkabung.  (2) perubahan  dan  perkembangan  pada  saat  kenduri  Ojat  di  Gampoeng  Pulo Kambing  didadasari  dengan  alasan  kekeluargaan,  maka  pemerintah  gampoeng menerapkan  sistem  rantangan  apabila  terjadi  musibah  kematian,  tujuannya  bagi keluarga  yang  tertimpa  musibah  kematian  dapat  terbantu  dalam  mengurangi beban  biaya  untuk  keluarga  yang  ditinggalkan.  (3)  kendala  dalam  proses pelaksanaan kenduri Ojat ini sendiri apabila dari pihak keluarga si mayit kurang mau  berbaur  dengan  masyarakat,  dan  pernah  juga  melanggar  hukum  adat setempat, sehingga di kenakan hutang adat oleh perangkat gampoeng, akan tetapi dari pihak keluarga tersebut tidak membayarnya, dan ini akan menjadi salah satu faktor utama tidak terlaksananya kenduri Ojat dengan semestinya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101448</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-28 11:17:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-28 11:35:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>