IDENTIFIKASI ANCAMAN SAMBARAN PETIR KOTA SUBULUSSALAM BERDASARKAN DATA LIGHTNING DETECTOR (OKTOBER 2020-SEPTEMBER 2021) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI ANCAMAN SAMBARAN PETIR KOTA SUBULUSSALAM BERDASARKAN DATA LIGHTNING DETECTOR (OKTOBER 2020-SEPTEMBER 2021)


Pengarang

Khairatun Syifa - Personal Name;

Dosen Pembimbing


Nomor Pokok Mahasiswa

1804107010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indonesia merupakan negara tropis sehingga memiliki ancaman bahaya petir yang tinggi, terutama di daerah dengan intensitas sambaran petir (Hari Badai Petir) yang tinggi. Salah satu kota di Provinsi Aceh yang memiliki tingkat ancaman sambaran petir yang tinggi ialah Kota Subulussalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi data spasial dan temporal distribusi sambaran petir sehingga diketahui potensi kerawanan petir di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah Metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk perhitungan matematis pengolahan data dan citra satelit untuk memetakan kerapatan dan kerawanan sambaran petir. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah sambaran petir rentang Oktober 2020–September 2021 ialah 30.945 kejadian, Kecamatan Sultan Daulat 18.553 sambaran, Kecamatan Simpang Kiri 3.512 sambaran, Kecamatan Rundeng 3.904 sambaran, Kecamatan Longkib 2.244 sambaran dan Kecamatan Penanggalan 2.732 sambaran. Tingkat kerapatan yang dihasilkan ialah kerapatan sambaran tinggi (41-101 sambaran/km2), kerapatan sedang (21-41 sambaran/km2) dan kerapatan sambaran rendah (0-21 sambaran/km2). Tingkat Kerawanan dengan kategori tinggi ialah Kecamatan Rundeng dan Longkib. Daerah yang dikategorikan kerawanan sedang ditandai dengan warna kuning dan menyebar di 5 Kecamatan, namun daerah yang dikategorikan tingkat kerawanan rendah ditandai dengan warna hijau didominasikan Kecamatan Sultan Daulat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh sambaran petir.

Kata kunci: sambaran petir, ancaman, Kota Subulussalam, simple additive weighting

Indonesia is a tropical country, consequently it has a high threat of lightning hazard, especially in areas with high lightning strike intensity (Day of Lightning Storm). One of the cities in Aceh Province that has a high level of threat of lightning strikes is Subulussalam City. This study aims to identify data of the lightning strike distribution of both spatial and temporal so the potential of a lightning hazard in the study area can be determined. This research uses the Simple Additive Weighting (SAW) method for mathematical calculation of the data and also uses satellite imagery to map the density and vulnerability of lightning strikes. The results showed that the number of lightning strikes that occurred in October 2020–September 2021 was 30,945 incidents, specifically 18,553 strikes on Sultan Daulat district, 3,512 strikes on Simpang Kiri district, 3,904 strikes on Rundeng district, 2,244 strikes on Longkib district, and 2,732 strikes on calendar district. The density level results showed high strike density (41-101 strikes/km2), medium strike density (21-41 strikes/km2) and low strike density (0–21 strikes/km2). The areas categorized as highly vulnerable are Rundeng and Longkib districts. The areas categorized as medium vulnerability are marked in yellow and spread over 5 districts, and the areas categorized as low vulnerability are marked in green, dominated by Sultan Daulat districts. The results of this study are expected to be used to minimize the impact caused by lightning strikes. Keywords: lightning strike, Subulussalam City, simple additive weighting

Citation



    SERVICES DESK