<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101406">
 <titleInfo>
  <title>APIKASI DISPOSABLE LIQUID-BASED REFERENCE ELECTRODE PADA MONITORING KOROSI BETON BERTULANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WAHYU AULIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton adalah campuran agregat semen, kerikil dan pasir yang menggunakan proses proporsi tertentu pada beton bertulang. Beberapa hal penting harus diperhatikan dalam rangka menjaga umur ketahanan dari infrastruktur tersebut, salah satunya adalah fenomena korosi dalam beton bertulang. Banyak cara untuk menginvestigasi korosi infrastruktur Salah satu komponen utama dalam menginvestigasi suatu korosi tersebut adalah menggunakan reference electrode. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji penggunaan liquid-based reference electrode Cu/CuSO4 untuk mengukur nilai potensial baja yang ditanam langsung kedalam beton bertulang. Beton yang digunakan dengan ukuran panjang 100 mm, lebar 50 mm, dan tinggi 50 mm dan baja tulangan yang digunakan memiliki panjang 120 mm berdiameter 10 mm , benda uji direndam selama 1 bulan dalam media rendaman larutan aquades, NaCl 2,5%, NaCl 3,5%, dan diberi perlakuan wet-dry cycle. Pengukuran nilai potensial baja tulangan menggunakan alat potensiostat dan pengujian yang dilakukan menggunakan metode OCP (Open Circuit Potensial) berdasarkan standar ASTM C876. Hasil pengukuran nilai potensial baja menunjukkan bahwa nilai potensial paling negatif terjadi pada minggu ke-2 dan ke-3. Pada pengukuran nilai potensial korosi baja tulangan, perbandingan antara liquid-based reference electrode Cu/CuSO4 yang di tanam dalam beton, langsung diatas permukaan baja tulangan dan reference electrode Ag/AgCl komersial yang di atas permukaan beton dengan pengujian OCP (open circuit potential) menunjukkan nilai yang di dapat dari hasil pengukuran nilai potensial bahwa pengukuran yang dilakukan langsung ke permukaan baja tulangan mendapatkan nilai potensial korosi yang lebih negatif. Dapat disimpulkan bahwa dari hasil pengukuran yang dilakukan selama 4 minggu menggunakan liquid-based reference electrode Cu/CuSO4 mendapatkan nilai yang lebih baik dalam pengukuran sehingga bisa di aplikasikan dalam monitoring korosi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101406</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-27 15:18:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-27 15:39:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>