<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101359">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI TEMPERATUR DAN ALIRAN UDARA PADA ALAT PENGERING TIPE-TEROWONGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ROBBY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aplikasi pengering telah banyak digunakan oleh masyarakat baik petani maupun nelayan untuk mengawetkan hasil panen atau tangkapannya. Penelitian ini melakukan rancang bangun untuk alat pengering tipe terowongan untuk aplikasi berbagai material pasca-panen sebagai objek yang dikeringkan. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakterisasi heat transfer dan aliran udara di dalam ruang pengering melalui eksperimental dan simulasi CFD. Metode penelitian secara umum yang dilakukan adalah melakukan simulasi heat transfer, dan simulasi aliran udara yang terbentuk di dalam chamber alat pengering mulai dari jam 08:00 sampai dengan 15:30 WIB (9 Februari 2021). Simulasi temperatur dan aliran udara pada alat pengering tanpa beban atau tanpa bahan yang dikeringkan. Hasil pengukuran pada alat didapat bahwa nilai temperatur terendah pada daerah inlet yaitu 30.2oC pada pukul 08:00 WIB, hasil ini sama dengan hasil simulasi. Temperatur di daerah outlet tercatat dari eksperimental sebesar 24ºC dan dari hasil simulasi sekitar 31.2ºC pada pukul 08:00 WIB. Nilai temperatur tertinggi pada daerah inlet adalah 45.7oC dan pada daerah outlet adalah 39ºC, serta temperatur hasil simulasi pada daerah outlet adalah 41.5ºC (pukul 12:00 WB). Kesimpulan dari hasil simulasi dan data eksperimental didapat nilai temperaturnya tidak jauh berbeda, serta cocok untuk diaplikasikan pada pengering bahan pasca-panen pertanian, kehutanan maupun kelautan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEAT TRANSFER - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL MACHINERY</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101359</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-27 09:33:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-15 10:42:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>