IDENTIFIKASI LAPISAN WEAK ZONE DI KAWASAN ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL LOGGING DAN CUTTING (WELL LOGGING) (STUDI KASUS : KECAMATAN MONTASIK DAN INGIN JAYA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI LAPISAN WEAK ZONE DI KAWASAN ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL LOGGING DAN CUTTING (WELL LOGGING) (STUDI KASUS : KECAMATAN MONTASIK DAN INGIN JAYA)


Pengarang

Cut Zahara Roza - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Syukri - 197005181994121001 - Dosen Pembimbing I
Amsir - 198806162019011101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1804107010050

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

552

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh Besar merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Aceh yang kawasannya luas. Salah satu Kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Besar, yaitu Kecamatan Montasik dan Ingin Jaya. Dua kecamatan tersebut memiliki jumlah penduduk yang sangat padat jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang juga berada di Aceh Besar. Dengan jumlah penduduk yang sangat padat dan jumlahnya akan terus meningkat setiap tahunnya, maka akan semakin banyak juga bangunan yang akan dibangun untuk melengkapi kebutuhan fasilitas masyarakat. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi lapisan zona lemah (weak zone) berdasarkan data electrical logging dan cutting pada sepuluh sumur bor yang terdapat di Aceh Besar, agar pada saat didirikan suatu bangunan di lapisan yang teridentifikasi weak zone, maka dapat dilakukan pemasangan pondasi yang lebih dalam hingga sampai ke lapisan batuan dasar (bedrock). Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kegagalan bangunan akibat adanya weak zone yang menyebabkan bangunan tidak kokoh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode well logging, dimana well logging merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mendapatkan data bawah permukaan, dengan cara memasukkan suatu alat ke dalam lubang bor. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data electrical logging dan cutting, sepuluh sumur bor ini terdapat weak zone dan yang paling signifikan terdapat pada empat titik sumur bor, yaitu sumur bor T1, T2, T5, dan T10. Titik T1 berada pada kedalaman 76 – 106 m, yaitu lapisan lempung dengan nilai resistivitas sebesar 105 – 289 Ωm. Titik T2 berada pada kedalaman 45 – 57 m, yaitu lapisan pasir dengan nilai resistivitas sebesar 32 – 38 Ωm. Titik T5 berada pada kedalaman 0 – 40 m, yaitu lapisan lempung dengan nilai resistivitas sebesar 26 – 184 Ωm. Titik T10 berada pada kedalaman 60 – 62,5 m dan 62,5 – 80 m, yaitu terdapat lapisan pasir dan lempung pasiran dengan nilai resistivitas sebesar 3 – 117 Ωm dan 3 – 111 Ωm.

Kata kunci : well logging, zona lemah, cutting, SP, resistivitas, porosit

Aceh Besar is one of the province's most populous districts. Montasik and Ingin Jaya Districts are two sub-districts of Aceh Besar District. When compared to other sub-districts in Aceh Besar, the two sub-districts have a fairly dense population. With such a dense population, which is expected to continue to grow year after year, more and more structures will be constructed to meet the needs of community facilities. As a result, a research was undertaken in Aceh Besar to identify weak zone layers based on electrical logging and cutting on ten borehole wells, so that when a building is created in a layer recognized as weak zone, a foundation that is deeper to the bedrocklayer can be put. This is done to reduce the likelihood of a building failing owing to a weak zone, causing the structure to be unstable. The well logging method was employed in this work, and well logging is one of the methods for obtaining subsurface data by introducing a tool into a drill hole. These ten drilled wells have weak zones, the most significant of which are at T1, T2, T5, and T10 boreholes, according to the results of the analysis and interpretation of electrical logging and cutting. At a depth of 76 – 106 m, the T1 point is located in a layer of clay with a resistivity value of 105 –289 Ωm. The T2 point lies 45 –57 m below the surface, in a layer of sand with a resistivity of 32–38 Ωm. The T5 point is a stratum of clay with a resistivity value of 26 – 184 Ωm at a depth of 0 – 40 m. There is a layer of sand and sandy clay with resistivity values of 3 – 117 Ωm and 3 – 111 Ωm at a depth of 60 – 62.5 m and 62.5 – 80 m, respectively, in the drilled well (T10). Keywords: well logging, weak zone, cutting, SP, resistivity, porosity

Citation



    SERVICES DESK