<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101302">
 <titleInfo>
  <title>PENENTUAN KERENTANAN SEISMIK MENGGUNAKAN METODE HORIZONTAL TO VERTICAL SPECTRAL RATIO (HVSR) DI WILAYAH KABUPATEN ACEH TENGGARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sumardi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Aceh Tenggara merupakan dataran yang berbentuk basin dan didominasi oleh batuan alluvial, tanah liat dan lempung. Aceh Tenggara dilewati oleh Sesar Sumatra yaitu segmen Tripa yang dapat menghasilkan sumber gempa yang bersifat merusak. Pada tahun 1900-1997, aktivitas segmen Tripa pernah terjadi gempa bumi yang berkekuatan mencapai &gt; 6 mb. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji tingkat kerentanan terhadap bencana gempa bumi di setiap Aceh Tenggara khususnya area basin. Untuk mengetahui tingkat kerentanan atau tingkat bahaya gempa bumi yang ditimbulkan, maka dilakukan survey mikrotremor untuk mitigasi dari bahaya gempa bumi. Survey mikrotremor yaitu untuk menentukan frekuensi dominan (f0), faktor amplifikasi (A0) dan dilanjutkan kerentanan seismik (Kg). Akuisisi data mikrotremor dilakukan pada 52 titik pengukuran yang tersebar di Kabupaten Aceh Tenggara. Data dianalisis dengan menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk mendapat kurva H/V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi dominan Aceh Tenggara berkisar 0.27 Hz hingga 11.18 Hz. Faktor amplifikasi Aceh Tenggara berkisar 0.04 hingga 2.75. Berdasarkan nilai frekuensi dominan dan nilai faktor amplifikasi didapatkan nilai indeks kerentanan seismik  di  Aceh Tenggara berkisar antara  0.001  hingga 16.28 atau kategori rendah hingga tinggi. Kondisi litologi dan geologi sangat mempengaruhi nilai daripada parameter mikrotremor. Kerentanan seismik tergolong tinggi dengan nilai 7.79 sampai 16.28, terletak di daerah basin sebelah bagian selatan sementara yang rendah terletak di daerah pengunungan sebelah barat laut. Hal ini dikaitkan dengan litologi, nilai kerentanan seismik tinggi didominasi oleh batuan lunak dengan ketebalan sedimen permukaan sangat tebal. Nilai kerentanan seismik rendah di barat laut area kajian didominasi oleh batuan keras dengan ketebalan sedimen permukaan sangat tipis. Besarnya nilai kerentanan seismik dikarenakan adanya batuan lunak, jika semakin keras batuan maka tingkat kerusakan akan relatif kecil dan sebaliknya. Batuan sedimen lunak dapat juga menjadi salah satu faktor amplifikasi gelombang gempa, akibat kerentanan seismik menjadi tinggi.&#13;
Kata Kunci: Mikrotremor, HVSR, Kerentanan Seismik, Aceh Tenggara&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SEISMOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SEISMIC PROSPECTING</topic>
 </subject>
 <classification>622.159 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101302</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 14:04:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 15:45:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>