<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101284">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS DAN SEISMIK REFRAKSI UNTUK MENENTUKAN KEDALAMAN BEDROCK (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>KAWASAN BLANG KRUENG DAN KAMPUNG PERSAHABATAN INDONESIA-TIONGKOK, ACEH BESAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Safa Tasya Nabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelaksanaan pembangunan infrastruktur membutuhkan berbagai informasi geologi bawah permukaan, salah satunya adalah keberadaan lapisan batuan dasar (bedrock) sebagai acuan dalam peletakan pondasi bangunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kedalaman bedrock dan struktur lapisan bawah permukaan menggunakan metode geolistrik resistivitas dan metode seismik refraksi di Kawasan Blang Krueng (lintasan 1) dan Kampung Persahabatan Indonesia-Tiongkok (lintasan 2), Aceh Besar. Kedua metode ini diterapkan bersamaan guna mengurangi ambiguitas dan meningkatkan resolusi interpretasi bawah permukaan di daerah penelitian. Adapun panjang bentangan geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger pada penelitian ini adalah 220 m dengan spasi antar elektroda 4 m dan panjang bentangan seismik refraksi sepanjang 230 m dengan spasi antar geophone 10 m. Hasil penelitian pada lintasan 1 dapat diidentifikasi 3 lapisan batuan bawah permukaan yaitu lapisan pertama dengan nilai resistivitas 1-3 Ω dan cepat rambat gelombang (Vp) 0.5-1.3 km/s yang diinterpretasikan sebagai lempung pasiran. Lapisan kedua dengan nilai resistivitas 1-2 Ω.m dan Vp 1.3-2.5 km/s diidentifikasi sebagai batulempung, serta lapisan ketiga dengan nilai resistivitas 2-5 Ω.m dan Vp &gt;2.5 km/s sebagai bedrock dengan jenis batuan batupasir pada kedalaman 23-36 m. Lintasan 2 juga didapatkan 3 lapisan yang mana lapisan pertama diidentifikasi sebagai lempung pasiran dengan nilai resistivitas 0-50 Ω.m dan Vp 0.8-1.7 km/s, lapisan kedua diidentifikasi sebagai tufa dengan nilai resistivitas 50-100 Ω.m dan Vp 1.7-3.7 km/s, serta lapisan ketiga yang diidentifikasi sebagai bedrock memiliki nilai resistivitas 100-180 Ω.m dan Vp &gt;3.7 km/s dengan jenis batuan andesit pada kedalaman 27-36 m. Berdasarkan hasil penampang metode geolistrik resistivitas dan seismik refraksi terlihat pola dan bentuk setiap lapisan pada kedua metode yang memiliki kemiripan, sehingga kedua metode ini mampu memetakan perlapisan bawah permukaan dengan baik.&#13;
&#13;
Kata kunci: Geolistrik resistivitas, Wenner-Schlumberger, Seismik refraksi, Bedrock&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101284</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 11:34:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 11:41:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>