<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101263">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI AKUIFER MENGGUNAKAN DATA RESISTIVITAS DAN ELECTRICAL LOGGING UNTUK PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN PROVINSI RIAU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAUZIAH RIDWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebakaran hutan dan lahan di Riau terus terjadi dari tahun ke tahun semenjak 2015, salah satu faktor meningkatnya kebakaran hutan dan lahan di Riau adalah lahan gambut yang mendominasi kawasan Riau. Provinsi Riau memiliki 56,42 % dari total luas lahan gambut di Pulau Sumatera. Identifikasi air tanah di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dengan korelasi litologi metode geolistrik resistivitas dan electrical logging  dilakukan pada 9 titik pengukuran metode geolistrik dan 1 titik lokasi pengeboran untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Provinsi Riau memiliki 56,42 % dari total luas lahan gambut di Pulau Sumatera yang memicu kebakaran besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan akuifer sebagai acuan dalam menentukan titik pengeboran berikutnya. Pengukuran geolistrik resistivitas 1D dengan alat resisitvity meter menggunakan konfigurasi Schlumberger dengan 96 elektroda selanjutnya di proses dengan perangkat lunak EarthImager. Pengukuran data electrical logging menggunakan instrumen Resistivity meter dilakukan sampai kedalaman 127 meter. Data logging dengan cutting akan memberikan hasil litologi sebagai acuan pembuatan Well Design. Model resistivitas pada titik GL01KS memiliki ketebalan akuifer 38.56 meter, GL02KS memiliki ketebalan akuifer 35.96 meter, GL03KS memiliki ketebalan akuifer 38.33 meter, GL04KS memiliki ketebalan akuifer 40.26 meter, GL05KS memiliki ketebalan akuifer 36.11 meter, GL06KS memiliki ketebalan akuifer 30.71 meter, GL07KS memiliki ketebalan akuifer 40.02 meter, GL08KS memiliki ketebalan akuifer 42.86 meter, dan GL09KS memiliki ketebalan akuifer 31.75 meter. Estimasikan sumur bor berikutnya dilakukan pada titik GL04KS untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101263</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 10:32:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 10:40:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>