<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101232">
 <titleInfo>
  <title>UPAYA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN ACEH SELATAN TERHADAP PEMBERDAYAAN INDUSTRI PALA SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN DAERAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAJAR QUDRY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Imu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menteri Pertanian dalam Lampiran Nomor 472/Kpts/Rc.040/6/2018 telah menetapkan daerah Aceh Selatan sebagai lokasi kawasan pertanian nasional dengan komoditas pala sebagai komoditas prioritas. Namun daerah Aceh Selatan belum sepenuhnya peduli terhadap nasib industri pala sekarang ini, padahal sebelumnya industri pala menjadi potensi dan sumber pendapatan di Aceh Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan faktor yang menjadi penghambat dalam menjadikan industri pala sebagai sumber pendapatan daerah. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik Pengumpulan data Observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum maksimalnya upaya Pemerintah Aceh Selatan dalam menjadikan industri pala sebagai sumber pendapatan daerah kembali. Faktor yang menjadi penghambat industri pala kembali menjadi sumber pendapatan daerah adalah pemerintah yang kurang maksimal dalam penanganan industri pala ,ketidakharmonisan forum pala dan pemerintah Aceh Selatan dan belum ditemukannya obat yang mengatasi penyakit pala ini. Padahal Forum pala telah bekerjasama dengan peneliti IPB,UGM,Unsyiah dan UNDP Amerika Serikat untuk menemukan obat yang mujarab,tetapi hal itupun masih belum juga mampu mengobati penyakit pala. Berbeda dengan Pemerintah Aceh Selatan yang sudah menyerah dan menyerahkan masalah ini sepenuhnya terhadap forum pala untuk menyembuhkan dan mengembalikan pala seperti dahulu. Tetapi menurut forum Pala pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tidak bekerja secara maksimal dalam menangani masalah industri pala ini, faktanya sudah bertahun-tahun pala ini mati tetapi belum ditemukan obatnya. Masyarakat juga sangat kecewa dengan kinerja pemerintah karena mereka tidak bekerja benar-benar untuk menemukan obat pala ini. Hambatan yang dihadapi oleh Pemerintah Aceh Selatan sudah cukup lama dan sampai sekarang belum ada obat yang dapat mencegah penyakit pala tersebut. Seharusnya Pemerintah Aceh Selatan harus fokus membuat riset berkelanjutan dan harus fokus mengembalikan kejayaan industri pala dan petani pala seperti dahulu agar industri pala dapat kembali menjadi sumber pendapatan daerah dan juga pemerintah harus meningkatkan kinerjanya dalam menangani masalah tersebut.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Pemberdayaan Industri Pala, Sumber Pendapatan, Upaya Pemerintah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT POLICY</topic>
 </subject>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101232</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-23 18:37:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-19 11:49:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>