<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101182">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN SERBUK ASBES PUTIH (KRISOTIL) TERHADAP  PERUBAHAN RNHISTOLOGIS PARU-PARU  MENCIT  (MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hardi Firmansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini  bertujuan   untuk  mengetahui   pengaruh   pemberian   serbuk asbes  putih (krisotil)   terhadap   perubahan  jaringan   paru-paru   mencit  (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan    rancangan   acak  lengkap   (RAL)  terdiri  atas  empat  perlakuan   dan lima uIangan.  Perlakuan   terdiri  dari  pemberian   serbuk asbes  putih  dengan  persentase berat  serbuk  0%  (PO), 2%  (PI),  4%  (P2),  dan  6%  (P3).  Perlakuan   dilakukan   dengan cara  mencampur   serbuk asbes  putih  terse but  ke alas  kandang.   Setiap  tiga  hari,  alas kandang  diganti  dan hal ini dilakukan   secara  kontinu  hingga  30 hari. Mencit  dibunuh dan  diambil   paru-parunya   pada  hari  kc-31.  Parameter   yang  diamati   adalah   adanya hiperemi   dan  hemoragi   pada  jaringan    paru-paru.    Data   hasil   penelitian   dianalisis menggunakan   ANAVA dan dilanjutkan   dengan  uji Jarak  Berganda  Duncan  pada taraf 5%.    Hasil     penelitian     menunjukkan      bahwa     pemberian      serbuk   asbes    putih menyebabkan   hiperemi  dan hemoragi  pada  paru-paru   mencit  secara  nyata  dibanding kontrol,  namun  tidak memperlihatkan   perbedaan  antar PI,  P2, dan P3. &#13;
&#13;
Kata kunci  :  asbes,  paru-paru,  hiperemi,  hemoragi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101182</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-23 11:26:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-23 11:26:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>