<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101110">
 <titleInfo>
  <title>INTERAKSI SOSIAL KAUM LESBIAN  DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI KARAMINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keberadaan lesbian di Kota Banda Aceh masih sangat tertutup informasinya. Pelaksanaan syariat Islam di Kota Banda Aceh masih belum maksimal dan apabila tidak ada penindakan serius memungkinkan berkembangnya generasi lesbian. Teori yang digunakan adalah teori interaksi sosial menurut Weber yang menjelaskan tentang interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 5 informan. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa pasangan lesbi di Kota Banda Aceh dilatarbelakangi oleh dirinya sendiri dan mengalami patah hati. Lesbian terjadi mayoritasnya pada beberapa remaja dengan jenjang pendidikan SMP. Lesbian umumnya menyembunyikan hubungannya dan hanya beberapa di antara mereka menyesalinya. Mayoritas lesbian tidak bergabung dengan komunitasnya. Sedangkan keberanian untuk membuka diri terjadi saat menjalani hubungan lesbian dengan tidak memperdulikan orang lain. Saat terjadi konflik dengan pasangan mereka saling meminta maaf atas kesalahan dan tetap menjalani hubungannya, tidak memperdulikan bullyan, bersikap apatis. Pasangan lesbi memilih terus menjalani hubungan memberi perhatian, pengertian, surprise, kasih sayang, materi berupa uang dan saling berkomunikasi. Cara pasangan lesbi bertahan dalam masyarakat yang sulit menerimanya dengan tidak mempublikasikan hubungannya, bersikap pasrah, diam dan tidak memperdulikannya selain itu mereka memilih tidak mengkomunikasikan atau bagi yang berani untuk terbuka biasanya mengikutsertakan pasangan dalam kegiatan. Respon lingkungan sekitar menanggapi keterbukaan diri sangat beragam mulai dari terkejut, menerima atau tidak menerima lesbian, menasehati, bersikap biasa saja, marah dan mengerti keadaan. Reaksi narasumber pada lawan jenis yang menginginkan sangat beragam seperti menghargainya, tidak memperdulikannya, bersikap biasa saja atapun senang.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Interaksi Sosial, Kaum Lesbian, Hukum Islam&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101110</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-22 15:26:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-23 08:21:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>