<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101074">
 <titleInfo>
  <title>PENGENDALIAN RESIKO USAHA “HELLO DIMSUM” TUNA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Edward Dwi Ronaldo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (D3)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
Pengendalian resiko secara umum dapat didefinisikan sebagai potensi terjadinya suatu peristiwa yang dapat diperkirakan dan yang tidak dapat diperkirakan serta dapat menimbulkan dampak bagi pencapaian tujuan. Pengendalian resiko merupakan salah satu pengukuran dan koreksi semua kegiatan dalam rangka memastikan bahwa tujuan dan rencana perusahaan/usaha dapat terlaksana dengan baik. &#13;
	Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahuai apa saja resiko yang dihadapi produsen Dimsum Tuna Kota Banda Aceh dan mengetahui bagaimana praktik pengendalian resiko yang dilakukan oleh produsen Dimsum Tuna Kota Banda Aceh.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Penilaian risiko dapat dilakukan setelah proses analisis risiko dan evaluasi risiko selesai dilakukan secara keseluruhan. Analisis risiko dilakukan untuk mendapatkan perbandingan antara risiko kecil dengan risiko besar yang akan terjadi. Metode ini yang di anggap penulis mendukung dalam mendapatkan presepsi atau informasi dari yang menyediakan informasi.&#13;
Hasil penelitian menyimpulkan resiko dan praktik pengendaliannya usaha dimsum tuna adalah kurangnya tenaga kerja dikarenakan tidak bisa merekrut tenaga kerja baru disebabkan oleh modal yang tidak cukup. Kekurangan tenaga kerja bisa diatasi dengan cara meminta bantuan keluarga, saudara atau teman terdekat, agar bisa membantu usaha dimsum tuna. Tidak ada SOP (Standard Operating Procedur), ini bisa dikendalikan dengan cara membuat SOP yang jelas, contohnya seperti membuat aturan - aturan yang membangun, agar usaha lebih tertata. Kehilangan branding usaha dimsum tuna dikarenakan tidak mempunyai SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), hal ini bisa di cegah dengan cara membuat SIUP tersebut di pemerintah agar usaha dimsum tuna disahkan oleh pemerintah, dengan begitu segala kegiatan  usaha dapat dilakukan sesuai dengan SIUP.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101074</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-22 13:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-22 15:15:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>