<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101063">
 <titleInfo>
  <title>BIOEKOLOGI DAN GENETIKA IKAN LAGA HIAS DARI PERAIRAN ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Firman M. Nur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Matematika Dan Aplikasi Sains Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh menjadi salah satu provinsi yang berpotensi untuk pengembangan bidang perikanan khususnya ikan hias air tawar. Usaha-usaha budidaya ikan di Provinsi Aceh semakin berkembang, namun jenis yang dipelihara adalah ikan-ikan asing hasil introduksi dari luar Aceh. Hal ini memberikan tekanan kepada populasi ikan asli Aceh. Sementara itu, Aceh juga memiliki potensi ikan asli yang memiliki nilai ekonomis tinggi, salah satunya adalah ikan laga (Genus Betta). Saat ini teknologi breeding ikan laga belum berkembang di Provinsi Aceh sehingga pengembangan usaha budidayanya ikut terkendala. Salah satu penyebabnya adalah belum tersedianya informasi dasar tentang biologi dan ekologi ikan ini di perairan Aceh, misalnya informasi tentang biologi reproduksi dan kebiasaan makanan. Hal ini penting diketahui untuk mengembangkan teknologi pembenihan dan penyediaan pakan buatan untuk mendukung usaha budidaya ikan tersebut di masa mendatang. Selain itu informasi tentang parasit juga penting pencegahan infeksi ikan laga saat budidaya. Selanjutnya kajian genetik juga diperlukan mengevaluasi keragaman genetik ikan laga dan barcoding kelompok ikan Osphronemidae. &#13;
Penelitian ini dilakukan mulai Januari 2019 hingga Januari 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survey explorative dan berdasarkan informasi warga setempat. Pengukuran karakter morfometrik dilakukan menggunakan metode tradisional morfometrik dan dilanjutkan dengan analisis univariate (one way ANOVA), multivariate (discriminant function analysis) dan principal component analysis. Analisis data genetik ikan dilakukan menggunakan program MEGA X. Divergensi nukleotida untuk menghitung jarak genetika digunakan metode Maximum Likelihood (ML) berdasarkan parameter Kimura 2. Hubungan genetik antara haplotype dianalisis menggunakan phylogenetic tree melalui metode ML, sementara tingkat kepercayaan (pencocokan) dinilai dengan menggunakan prosedur bootstrap dengan 1000 kali pencocokan untuk ML. Parameter kebiasaan makan dianalisis dengan metode frekuensi kejadian, indeks kepenuhan lambung dan panjang pencernaan, dan panjang pencernaan relatif alat pencernaan. Selanjutnya pada aspek reproduksi data yang dianalisis meliputi tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (GSI), sex rasio, panjang pertama matang gonad dan fekunditas. Selanjutnya pengamatan ektoparasit dilakukan untuk menganalisis prevalensi dan intensitas ektoparasit pada Betta rubra.&#13;
Berdasarkan hasil survei pada 59 lokasi sampling ditemukan empat spesies ikan laga di perairan Provinsi Aceh, yaitu; B. splendens, B. imbellis, B. rubra dan B. dennisyongi. Hasil analisis morfometrik menunjukkan kemiripan yang tinggi pada B. rubra dan B. dennisyongi. hasil analisis genetik menunjukkan bahwa terdapat empat spesies valid (Betta) di perairan Aceh yaitu B. dennisyongi, B. imbellis, B. rubra dan B. splendens. Selanjutnya hasil analisis lambung (kebiasaan makan) menunjukkan ikan laga bersifat omnivora dengan komposisi makanan ditemukan yaitu serangga, zooplankton, dan fitoplankton dan cacing. Makanan B. dennisyongi didominasi oleh serangga (58,72%) dan yang paling sedikit dijumpai adalah telur serangga air (2,38%), sedangkan pada B. rubra yang paling sedikit ditemukan adalah cacing (0,24%) dan yang paling banyak ditemukan adalah serangga (75,78%). Hasil analisis aspek reproduksi menunjukkan puncak pemijahan ikan laga B. dennisyongi di perairan Nagan Raya terjadi pada Oktober sedangkan pada B. rubra di perairan Aceh Besar terjadi pada Januari. Hasil analisis ukuran ikan pertama kali matang gonad (size at the first puberty) menunjukkan bahwa ikan B. dennisyongi betina matang gonad pertama kali pada ukuran 3.86 cm dan 3,99 cm pada ikan jantan. Sedangkan pada B. rubra betina kali pertama matang gonad pada ukuran 3.86 mm dan 3,90 pada ikan jantan. Rasio kelamin betina lebih dominan pada kedua spesies ikan laga yang dikaji dalam penelitian ini. Pada B. dennisyongi fekunditas berkisar 20 hingga 68 (37,47±7,43) dan pada B. rubra 30 hingga 73 (46,57±9,69). Pada B. rubra ditemukan infeksi ektoparasit L. cyprinacea yang termasuk kategori kadang (1.00 %) dengan tingkat intensitas rendah (2,00 ind/ekor). Meskipun B. rubra bukan inang yang optimal untuk parasit ini berdasarkan ukurannya yang relatif kecil dan masa hidup yang pendek namun parasit ini menambah faktor yang mengancam populasi ikan B. rubra yang terancam punah. &#13;
Terdapat empat spesies ikan laga di perairan Aceh yaitu B. splendens, B. imbellis, B. rubra dan B. dennisyongi. Berdasarkan makanan B. rubra dan B. dennisyongi bersifat omnivora. Selain B. rubra dan B. dennisyongi memiliki fekunditas yang rendah juga ditemukan infeksi L. Cyprinacea pada B. rubra.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISH FARMING - FRESHWATER</topic>
 </subject>
 <classification>639.31</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>101063</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-22 12:16:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-25 11:24:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>