<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100999">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN MAKRO DINDING BATA TERKEKANG MENGGUNAKAN APLIKASI SAP2000</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wilamaya Melati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dinding bata terkekang (confined masonry wall, CMW) pada metode pelaksanaan&#13;
konstruksinya, pengecoran struktur pengikat (kolom dan balok) dilakukan setelah&#13;
pasangan dinding sudah terpasang. Bangunan CMW yang dibangun dengan baik&#13;
umumnya tidak mengalami keruntuhan dan kerusakan yang signifikan dari&#13;
pengamatan paska gempa yang pernah terjadi. Oleh karenanya, penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui perbandingan respon portal tanpa dinding (bare&#13;
frame, BF) dan CMW akibat pembebanan monotonik (non-linear static pushover)&#13;
dan pembeban gempa Pidie Jaya dalam bentuk riwayat waktu tidak linear (NonLinear&#13;
&#13;
Time-History, NLTH) yang diberikan searah bidang dinding (in-plane)&#13;
pada tiga variasi rasio aspek (aspect ratio) tinggi terhadap panjang (h/l) 3:3; 3:4;&#13;
dan 4:3. Pada penelitian ini teknik pemodelan yang digunakan adalah pemodelan&#13;
makro dengan bantuan aplikasi SAP2000. Pemodelan BF dan CMW diberikan&#13;
pembebanan pushover dengan respon berupa kurva kapasitas hubungan gayadeformasi&#13;
&#13;
dan respon dinamis BF dan CMW pada pembebanan NLTH berupa&#13;
kurva histerisis model CMW berdasarkan tingkat amplifikasi PGA (0,1g; 0,6g;&#13;
dan 0,8g). Hasil penelitian akibat pembebanan pushover pada BF dan CMW yang&#13;
mengalami deformasi maksimum adalah aspek rasio 4:3. Rasio 3:4 dapat&#13;
menahan beban maksimum sedangkan aspek rasio 3:3 mengalami yield dan crack&#13;
terlebih dahulu bila dibandingkan dengan dua aspek rasio lainnya. CMW dapat&#13;
meningkatkan beban yang ditahan dibandingkan BF dengan peningkatan rasio 3:3&#13;
sebesar 13,85 kali; rasio 3:4 sebesar 17,02 kali; dan rasio 4:3 sebesar 22,23 kali.&#13;
Berdasarkan pembebanan NLTH dengan amplifikasi PGA pada BF dan CMW,&#13;
aspek rasio dengan deformasi maksimum dan gaya maksimum adalah 4:3.&#13;
Peningkatan gaya lateral CMW terhadap BF akibat NLTH paling besar adalah&#13;
pada aspek rasio 4:3.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100999</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 17:50:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-22 11:36:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>