IDENTIFIKASI MINERAL DAN PENGARUH VARIASI WAKTU MILLING TERHADAP SIFAT MAGNETIK PADA BATUAN BIJIH BESI WILAYAH LAMPAKUK, ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI MINERAL DAN PENGARUH VARIASI WAKTU MILLING TERHADAP SIFAT MAGNETIK PADA BATUAN BIJIH BESI WILAYAH LAMPAKUK, ACEH BESAR


Pengarang

Deviyani Rusdiyanti Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1008102010011

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Salah satu sumber daya alam mineral yang tersebar di wilayah Indonesia khususnya di Provinsi Aceh ialah bijih besi. Bijih besi mengandung mineral magnetik dan masih menjadi tulang punggung dalam industri, khususnya industri bahan magnetik. Salah satu wilayah di Provinsi Aceh yaitu di Desa Lampakuk Kecamatan Cot Glie Aceh Besar. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan terkait bijih besi menyebabkan pemanfaatan bijih besi di wilayah ini sangat terbatas sehingga dalam penelitian ini dilakukan identifikasi mineral dimana sampel dihaluskan terlebih dahulu melalui proses mechanical milling untuk menghasilkan serbuk bijih besi yang berukuran nanometer. Proses ini menggunakan alat Planatary Ball Mill (Fritsch, P6) dengan variasi waktu milling selama 10 jam, 20 jam, dan 60 jam dengan kecepatan putaran sebesar 400 rpm dan rasio berat bola dan serbuk 1:1. Proses ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi waktu milling terhadap sifat magnetik sampel. Hasil identifikasi dengan menggunakan XRD dan XRF menunjukkan bahwa bijih besi di kawasan tersebut dominan mengandung Fe3O4 (magnetit) sebanyak 86,81% dengan ukuran serbuk paling kecil sebesar 26 nm. Hasil analisis sifat kemagnetan melalui kurva loop histeresis menunjukkan adanya peningkatan nilai remanen Br dan koersifitas Hc tetapi terjadi penurunan nilai saturasi magnetik Ms seiring bertambahnya waktu milling.

Kata Kunci: Bijih besi, identifikasi minera, mechanical milling, sifat magnetik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK