<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100945">
 <titleInfo>
  <title>PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) PADA PROSES PRODUKSI UD. KOPI TEUNGKU ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bella Marsella</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>UD. Kopi Teungku Aceh merupakan sebuah usaha yang bergerak dibidang produksi kopi. Pada periode November 2020 - Oktober 2021 usaha ini sering mengalami ketidaksesuaian jumlah produksi dengan target produksi yang telah ditentukan, yaitu 300 kg perhari dan 7.000 kg perbulan, yang berarti perusahaan mengalami penurunan produktivitas. Oleh karena itu, dilakukan pengukuran produktivitas parsial dengan menggunakan metode objective matrix (OMAX), dengan kriteria yang diukur yaitu penggunaan bahan baku, jam kerja tenaga kerja, jumlah tenaga kerja lini produksi, jam kerja mesin dan konsumsi energi listrik. Berdasarkan hasil perhitungan OMAX, nilai skor rasio terendah adalah rasio 1, yang berarti yang mengakibatkan penurunan produktivitas pada proses produksi UD. Kopi Teungku Aceh adalah rasio 1 (hasil produksi/penggunaan bahan baku). Berdasarkan nilai indeks produktivitas, bulan yang mengalami penurunan produktivitas, yaitu bulan Desember, Februari, Mei dan September dengan nilai indeks produktivitas sebesar -11,111%, -40%, -77,778% dan -11,111%. Penurunan produktivitas pada bulan tersebut banyak disebabkan oleh rasio 1, dikarenakan nilai performansi yang diperoleh rasio 1 pada bulan tersebut berada dibawah nilai standar awal, sehingga mempengaruhi nilai produktivitas. Analisis faktor penyebab penurunan produktivitas pada rasio 1 dilakukan dengan menggunakan fault tree analysis (FTA). Berdasarkan fault tree analysis (FTA) top event (kegagalan puncak) yang sering terjadi pada rasio 1, yaitu kualitas bahan baku yang diperoleh dari supplier kurang baik. Oleh karena itu, rekomendasi perbaikan yang diberikan terhadap top event (kegagalan puncak) yaitu, membentuk bagian inspeksi sebagai divisi pemeriksaan bahan baku dengan membuat laporan analisa (LA) sebagai bukti telah dilakukan pemeriksaan bahan baku.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100945</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 14:05:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 16:16:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>