<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100942">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK DAUN BIDARA (ZIZIPHUS MAURITIANA LAM.) TERHADAP MIKROARSITEKTUR DAN KOMPOSISI MINERAL TULANG MANDIBULA TIKUS WISTAR SETELAH TERPAPAR LIGHT-EMITTING DIODE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Bunga Dara Phonna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Paparan light-emitting diode (LED) memiliki dampak buruk terhadap kesehatan tulang. Paparan LED terbukti dapat menstimulasi aktivitas resorpsi tulang berlebih dan mengganggu homeostasis tulang sehingga terjadi kehilangan tulang. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan asupan vitamin dan mineral yang terdapat dalam suplemen makanan. Akan tetapi, penggunaan tanaman obat sebagai pengganti suplemen lebih disukai karena mudah didapatkan, murah dan minim efek samping. Daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) merupakan tanaman obat yang telah diteliti memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan tulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun bidara terhadap mikroarsitektur dan komposisi mineral tulang mandibula setelah terpapar LED. Penelitian ini menggunakan 12 ekor tikus wistar dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok I (kontrol negatif), kelompok II (diberikan paparan LED), kelompok III (diberikan ekstrak daun bidara 400 mg/KgBB) dan kelompok IV (kombinasi paparan LED dan ekstrak daun bidara 400 mg/KgBB). Perlakuan diberikan selama 28 hari. Sampel di eutanasia dan diambil tulang mandibulanya. Selanjutnya, tulang mandibula diperiksa menggunakan SEM-EDX. Data dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan ukuran porus, nilai rerata Ca dan P pada seluruh kelompok tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p&gt;0.05). Nilai area porositas dan rasio Ca/P setiap kelompok yaitu kelompok I: 12.49±1.19% dan 1.84±0.08; kelompok II: 17.39±1.15% dan 1.69±0.06; kelompok III: 7.64±2.22% dan 2.04±0.07; kelompok IV: 8.17±3.03% dan 2.02±0.09. Hasil statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna nilai area porositas dan rasio Ca/P dengan nilai p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100942</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 13:07:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 16:11:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>