<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10094">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI BERTAHAN HIDUP PEDAGANG ASONGAN DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lisa Desi Astuti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pedagang asongan adalah pedagang yang menawarkan barang dagangannya&#13;
dengan cara menempatkannya di kotak kecil yang mudah dibawa dan dipindahpindahkan.&#13;
Pedagang asongan muncul disebabkan adanya krisis ekonomi yang&#13;
berdampak terhadap sulitnya mencari nafkah, tingkat kemiskinan semakin&#13;
meningkat, lapangan pekerjaan yang sedikit. Adanya pedagang asongan di Kota&#13;
Banda Aceh merupakan perwujudan dari adanya permasalahan ekonomi tersebut,&#13;
agar masayarakat mampu memenuhi kebutuhan hidup maka ia memilih menjadi&#13;
pedagang asongan. Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan merupakan faktor&#13;
utama yang mendukung adanya pedagang asongan. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui bagaimana kondisi ekonomi, kondisi sosial, dan strategi bertahan&#13;
hidup yang digunakan oleh pedagang asongan. Teori yang digunakan adalah teori&#13;
tindakan sosial dari Max Weber, yang menjelaskan bahwa tindakan sosial adalah&#13;
tindakan individu sepanjang tindakan tersebut mempunyai makna bagi dirinya dan&#13;
diarahkan terhadap orang lain. Metode penelitian menggunakan pendekatan&#13;
deskriptif kualitatif dan menggunakan wawancara sebagai tekhnik pengumpulan&#13;
data. Adanya keterbatasan dalam aspek ekonomi dan pendidikan adalah faktor&#13;
utama lahirnya pedagang asongan. Dalam meningkatkan pendapatan pedagang&#13;
asongan memproduksi sendiri barang dagangan, memilih lokasi yang ramai.&#13;
Strategi yang digunakan untuk bertahan hidup adalah memanfaatkan segala&#13;
potensi keluarga, mencari pinjaman pada anggota keluarga ataupun tetangga,&#13;
meminimalkan pengeluran, menggunakan tabungan jika ada keperluan yang&#13;
mendesak, dan memproduksi sendiri barang yang akan di pasarkan&#13;
Kata kunci: pedagang asongan, strategi bertahan hidup</note>
 <subject authority="">
  <topic>SOCIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>301</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>10094</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-10-24 13:35:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-12-29 14:47:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>