<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100919">
 <titleInfo>
  <title>PERENCANAAN RUTE EVAKUASI BENCANA TSUNAMI PADA KECAMATAN MASJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Miswar Tarihoran</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tugas Akhir Sarjana&#13;
&#13;
Perencanaan Rute Evakuasi Bencana Tsunami Pada Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar&#13;
Miswar Tarihoran&#13;
1804101010014&#13;
&#13;
Program Studi Sarjana Teknik Sipil&#13;
Jurusan Teknik Sipil-Fakultas Teknik&#13;
Universitas Syiah Kuala&#13;
Abstrak&#13;
&#13;
Provinsi Aceh sangat rentan terhadap bahaya gempa dan tsunami. Pada tanggal 26 Desember 2004, Aceh dilanda gempa bumi yang menimbulkan tsunami sehingga mengakibatkan kerusakan infrastruktur, kerugian material dan jatuhnya korban jiwa. Wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah adalah daerah pada pesisir pantai, diantaranya Desa Lamnga, Desa Neuheun dan Desa Baro di Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Maka untuk mengantisipasi risiko bencana tsunami pada masa yang akan datang perlu direncanakan rute evakuasi bencana tsunami yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang layak ketika tsunami terjadi dan mengidentifikasi jalan yang layak sebagai jalur evakuasi berdasarkan lebar jalan dan waktu tempuh pada wilayah studi). Metode analasis yang digunakan berdasarkan pada Pedoman Perencanaan Pengungsian Tsunami yang diterbitkan oleh Sea Defense Consultant tahun 2007. Hasil penelitian diperoleh 1 Tempat Evakuasi Sementara (TES) pada Desa Lamnga serta 5 Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan 4 Tempat Evakuasi Akhir (TEA) pada Desa Neuheun. Sedangkan pada Desa Baro tidak terdapat yang layak. Berdasarkan syarat lebar jalur evakuasi ≥ 4 m diperoleh 2 jalan pada Desa Lamnga, 24 jalan pada Desa Neuheun dan 2 jalan pada Desa Baro. Untuk syarat waktu tempuh &lt; 35 menit pada Desa Lamnga terdapat 4 jalur yang untuk pejalan kaki dan 8 jalur untuk pengguna sepeda motor, pada Desa Neuheun terdapat 9 jalur untuk pejalan kaki dan 19 jalur untuk pengguna sepeda motor, sedangkan pada Desa Baro terdapat 1 jalur yang layak untuk pengguna sepeda motor dan pejalan kaki. Kesimpulan penelitian yaitu Tempat Evakuasi Akhir (TEA) tidak dianjurkan sebagai tempat evakuasi bagi pejalan kaki pada sebagian desa karena waktu tempuh &gt; 35 menit.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci : Tempat Evakuasi Sementara (TES), Tempat Evakuasi Akhir (TEA), Jalur evakuasi, geometrik jalan, waktu tempuh, bahaya tsunami.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100919</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 12:26:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 15:12:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>