<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100867">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN KERETA API PERKOTAAN KOTA BANDA ACEH TERKAIT TATA GUNA LAHAN DAN DAMPAK LINGKUNGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizal Rinaldi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh saat ini sedang melakukan perencanaan awal pembangunan kereta api perkotaan Kota Banda Aceh. Kehadiran kereta api ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, kebisingan dan polusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator-indikator yang penting bagi masyarakat terhadap rencana pembangunan kereta api perkotaan Kota Banda Aceh terkait tata guna lahan dan lingkungan menggunakan metode principle component analysis dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat sebanyak 100 jumlah sampel di sekitar rute 1 yang melayani arah Bandara Sultan Iskandar Muda – Pelabuhan Ulee Lheue. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengurangan emisi CO2 kendaraan terhadap asumsi pengurangan volume lalu lintas sebesar 5%, 10%, dan 15% berdasarkan pengurangan dari kota Surabaya sebesar 10% dan Kuala Lumpur sebesar 11,04% Hasil analisis persepsi masyarakat menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor peruntukkan penggunaan lahan yaitu sebesar 23,28% dengan indikator yang penting pada faktor ini yaitu lahan dijadikan prasarana kereta api (0,925), properti dijadikan prasarana kereta api (0,909), disekitar lahan dijadikan lahan kereta api (0,909) dan disekitar properti dijadikan lahan kereta api (0,820). Hasil analisis survei lalu lintas menunjukkan bahwa setelah dikalikan faktor emisi CO2 6,26 gr/km/jam/kend untuk sepeda motor dan 50,91 gr/km/jam/kend untuk mobil penumpang di Kota Banda Aceh terjadi pengurangan jumlah emisi CO2 kendaraan di Simpang Lambaro hingga 81,2 ton/km/tahun dan di Simpang Surabaya (termasuk fly over) hingga 167,96 ton/km/tahun berdasarkan asumsi.&#13;
&#13;
Kata kunci : kereta api, pengurangan volume lalu lintas, pengurangan emisi, tata guna lahan, dampak lingkungan, principal component analysis</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100867</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-20 23:32:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 11:29:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>